Trump: Jika Jalur Diplomasi Gagal, Pilot AS Harus Tembak Pesawat Rusia

Donald Trump mengatakan bahwa pencegatan yang dilakukan pesawat Rusia menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap AS.

Kandidat presiden Amerika dari Partai Republik, Donald Trump, mengatakan bahwa pencegatan yang dilakukan pesawat Rusia terhadap pesawat Amerika menunjukkan kurangnya rasa hormat Rusia terhadap AS dan Presiden Barack Obama. Demikian hal tersebut dilaporkan media Rusia Sputnik.

Pilot militer AS harus menembak jatuh pesawat Rusia yang melakukan manuver di atas pesawat Amerika jika jalur diplomasi yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kembali insiden tersebut gagal, kata Trump kepada stasiun radio Indiana, Senin (2/5).

Trump menekankan bahwa diplomasi merupakan respons awal Washington atas insiden tersebut.

"Dan jika itu tidak berhasil, saya tidak tahu ... pada titik tertentu, ketika hal itu terjadi lagi, kita harus menembaknya," kata Trump.

Pada Jumat (29/4), media AS melaporkan bahwa jet tempur Su-27 Rusia melakukan manuver "barel-roll" di atas pesawat pengintai RC-135 milik Angkatan Udara AS di Laut Baltik.

Pada Senin (2/5), Trump mengatakan bahwa manuver tersebut menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap Amerika Serikat dan Presiden Barack Obama.

Insiden manuver pesawat Rusia terhadap pesawat AS di atas Laut Baltik telah menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.

Pada tanggal 13 April, Amerika Serikat menyatakan perhatiannya yang serius setelah pesawat pengebom taktis Rusia Su-24 terbang di atas kapal perusak Donald Cook AS di Laut Baltik.

Awal bulan ini, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov membantah tuduhan Washington dan menjelaskan bahwa sebelum insiden tersebut, militer Rusia mendeteksi target udara tak dikenal menuju perbatasan Rusia dengan kecepatan tinggi. Karena itu, jet tempur Su-27 pun diberangkatkan dan mengidentifikasi objek tersebut sebagai pesawat pengintai RC-135 milik Angkatan Udara AS, yang kemudian mengubah rute penerbangannya.

Wakil Pertama Ketua Komite Keamanan dan Pertahanan Majelis Tinggi Parlemen Rusia Franz Klintsevich mengatakan pada Sabtu (30/4) bahwa media AS telah melebih-lebihkan laporan tersebut, yang dirilis menjelang pengumuman bahwa NATO akan mengerahkan pasukan tambahan di dekat perbatasan Rusia.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.