Perusahaan Rostec: Indonesia Mungkin Akan Beli Lebih dari Selusin Su-35

Pesawat tempur Su-35 sedang dirakit di Institut Riset Aeronautika Siberia (Siberian Aeronautical Research Institute) di Novosibirsk, yang merupakan pusat penelitian aviasi terbesar di Rusia bagian timur.

Pesawat tempur Su-35 sedang dirakit di Institut Riset Aeronautika Siberia (Siberian Aeronautical Research Institute) di Novosibirsk, yang merupakan pusat penelitian aviasi terbesar di Rusia bagian timur.

Slava Stepanov / Gelio
Keputusan kunci terkait pembelian pesawat tempur multiperan Su-35 Rusia oleh Indonesia telah tercapai dan pembicaraan mengenai kontrak dapat segera dimulai. Demikian hal tersebut dilaporkan Sputnik, mengutip pernyataan Viktor Kladov, seorang pejabat senior dari perusahaan negara Rostec.

"Keputusan telah dibuat, kami mengharapkan pembicaraan (kontrak) segera dimulai," kata Viktor Kladov selaku kepala Departemen Kerja Sama Internasional Rostec, dalam sebuah wawancara dengan RIA Novosti.

"Kami menanti kunjungan menteri pertahanan Indonesia ke Moskow untuk menghadiri Konferensi Keamanan Internasional Moskow yang akan diselenggarakan pada 27 – 28 April. Kami akan melakukan pertemuan di sela-sela konferensi tersebut, dan kami telah membuat kemajuan dalam hal ini," kata Kladov seraya menambahkan bahwa kesepakatan pembelian mungkin akan ditingkatkan hingga 18 pesawat.

Pada Maret lalu, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengumumkan bahwa bulan ini Moskow dan Jakarta akan menandatangani kontrak pengiriman sepuluh unit pesawat tempur multiperan Su-35 Rusia untuk menggantikan armada pesawat tempur F-5 Tiger milik AU Indonesia yang telah usang.

Pada awal bulan ini, Kementerian Pertahanan Rusia dan Indonesia dikabarkan sedang mempersiapkan sepaket dokumen yang akan memungkinkan kedua negara untuk bergerak ke tingkat kerja sama teknis-militer yang lebih tinggi.

Sukhoi Su-35 menampilkan performa yang menakjubkan pada ajang Paris Air Show 2013. Sumber: YouTube / Cargospotter

Indonesia Inginkan Kapal Selam Rusia

Selain pembelian Su-35, Rusia juga telah memulai pembicaraan awal dengan Indonesia terkait pengiriman kapal selam diesel-elektrik (kelas Kilo) Proyek 636 Varshavyanka, kata Viktor Kladov.

"Konsultasi awal tengah berlangsung. Indonesia memiliki minat yang sangat kuat dalam mengembangkan kerja sama teknis-militer dengan Rusia dan kami sudah bekerja sama di ketiga bidang: angkatan darat, angkatan udara, dan angkatan laut. Kami sedang melakukan beberapa konsultasi, termasuk terkait topik (Proyek 636) ini," kata Kladov kapada RIA Novosti.

Kapal selam diesel-listrik kelas Kilo Rusia yang telah dimutakhirkan ini memiliki teknologi siluman yang canggih, jangkauan tempur yang diperpanjang, dan kemampuan untuk menyerang target di darat, permukaan, dan di bawah air.

Pada 2016, Armada Laut Hitam Rusia akan menyebarkan enam kapal selam Proyek 636 Varshavyanka.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.