Menteri Suriah: ISIS Mungkin Dapatkan MANPADS dari Turki dan Arab Saudi

Suriah tidak mengesampingkan kemungkinan kelompok teroris ISIS menerima MANPADS dari Turki dan Arab Saudi.

Menteri Informasi Suriah Omran al-Zoubi tidak mengesampingkan kemungkinan kelompok teroris ISIS menerima MANPADS (sistem pertahanan udara portabel) dari Turki dan Arab Saudi.

"Kami tak mengesampingkan kemungkinan bahwa Turki dan Arab Saudi telah memasok mereka (ISIS), dan mereka akan mulai menggunakan peralatan-peralatan tersebut," kata al-Zoubi kepada wartawan, Jumat (15/4).

Pelanggaran Gencatan Senjata

Kepada wartawan Rusia, sang menteri juga mengatakan bahwa pasukan bersenjata Suriah tidak pernah melanggar rezim gencatan senjata.

"Tentara Suriah tidak pernah melanggar perjanjian gencatan senjata," katanya seraya menambahkan bahwa semua rincian pelaksanaan gencatan senjata dilaporkan secara reguler ke pusat rekonsiliasi Rusia untuk pihak-pihak yang bertikai di Suriah di Pangkalan Udara Rusia di Hmeimim.

"Militer Suriah dan Rusia secara reguler mengoordinasikan semua langkah dan memantau segala jenis pelanggaran (gencatan senjata) yang dilakukan kelompok-kelompok bersenjata tertentu," katanya.

Kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Rusia dan AS mulai berlaku pada 27 Februari lalu di seluruh Suriah. Gencatan senjata ini didukung baik oleh pemerintah Suriah maupun puluhan kelompok oposisi lainnya di negara tersebut. Sementara, kelompok teroris ISIS, front al-Nusra, dan organisasi teroris lainnya yang diakui PBB tidak dimasukkan ke dalam kesepakatan tersebut

Pada Senin (14/3) malam, layanan pers Kremlin mengumumkan bahwa setelah percakapan telepon antara Presiden Putin dan Presiden Bashar Assad, kedua pemimpin sepakat untuk menarik bagian utama Pasukan Kedirgantaraan Rusia dari negara tersebut. Hal ini dilakukan karena Angkatan Bersenjata Rusia dianggap telah memenuhi misi fundamental yang telah ditugaskan kepada mereka.

Menurut statistik PBB, pertempuran antara pasukan pemerintah Suriah dan gerilyawan sejak awal 2011 telah menewaskan lebih dari 220 ribu jiwa dan menelantarkan jutaan rakyat sipil. Berbagai kelompok militan di Suriah membentuk formasi bersenjata, tapi yang paling aktif melawan pasukan pemerintah adalah kelompok teroris ISIS dan front Jabhat al-Nusra.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.