Miliarder AS: Ekonomi Amerika akan Merosot Jauh dari Rusia

Jim Rogers diketahui telah memiliki saham di berbagai perusahaan Rusia.

Investor dan miliarder terkenal asal Amerika Jim Rogers berencana untuk memperluas investasi pada ekonomi Rusia. Demikian hal tersebut ia utarakan kepada wartawan media asal Inggris Reuters.

Menurutnya, ia siap membeli saham di perusahaan minyak Bashneft dan produsen berlian Alrosa. “Saya yakin hal tersebut akan menjadi keputusan yang menguntungkan,” katanya.

Pada saat yang sama, ia juga menyampaikan bahwa ia harus memastikan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut tidak dikenakan sanksi. “Saya adalah warga negara Amerika dan harus berhati-hati akan hal ini,” kata Rogers.

Selain itu, sang miliarder juga berencana untuk berinvestasi di Rusia pada sektor agro-industri dan pariwisata. “Saya optimis dengan potensi pariwisata Rusia,” katanya menambahkan.

Jim Rogers diketahui telah memiliki saham di maskapai penerbangan Rusia Aeroflot, Bursa Efek Moskow, dan produsen pupuk FosAgro. Ia juga memiliki investasi dalam obligasi pemerintah Rusia.

“Dua atau tiga minggu yang lalu saya membeli obligasi jangka pendek pemerintah Rusia. Jika diperbolehkan, saya bersedia membeli lebih banyak,” kata Rogers. Rogers menekankan bahwa ia tidak berinvestasi dalam Eurobond (obligasi yang dikeluarkan oleh suatu negara dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang obligasi itu -red.), melainkan dalam obligasi rubel dikarenakan tingkat keuntungannya yang tinggi.

“Kini, semakin banyak orang yang memahami bahwa Rusia adalah tempat yang baik untuk berinvestasi,” kata sang miliarder. Ia menjelaskan bahwa Rusia tidak terbebani oleh utang, tak seperti Amerika Serikat atau Portugal.

“Ekonomi Rusia mengalami kesulitan <...> Tetapi Amerika akan melewati turunan yang curam. Penurunan yang curam juga belum pernah terjadi di Jerman. Jika hal tersebut terjadi, (ekonomi) mereka akan lebih jatuh dibandingkan dengan Rusia. Ketika saat itu terjadi, mereka (Rusia) telah melalui masa penurunan tersebut,” kata Rogers.

Pertama kali dipublikasikan oleh RIA Novosti.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.