Israel Tolak Komentari Pengiriman S-300 Rusia ke Iran

"Kami tidak mengomentari hal ini," kata juru bicara Netanyahu kepada RIA Novosti.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak mengomentari pengiriman pertama sistem pertahanan udara S-300 Rusia ke Iran. Demikian hal tersebut dilaporkan Sputnik, Rabu (13/4).

"Kami tak mengomentari hal ini," kata juru bicara Netanyahu kepada RIA Novosti.

Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin mengatakan bahwa gelombang pertama sistem rudal permukaan-ke-udara S-300 telah dikirim ke Iran pada Senin (10/4)

Sistem pertahanan udara S-300 diantarkan ke Provinsi Gilan, Iran. Sumber: YouTube / ali javid

Pada 2007, Rusia dan Iran menandatangani kontrak senilai 900 juta dolar pengiriman S-300 ke Teheran di tengah pertentangan dari Israel dan Amerika Serikat. Namun demikian, kesepakatan tersebut akhirnya ditangguhkan setelah Dewan Keamanan PBB memberlakukan sanksi terhadap Iran pada pertengahan 2010.

Pada bulan April 2015, Rusia kembali memulai pembicaraan mengenai S-300 menyusul disepakatinya kerangka perjanjian yang bertujuan untuk memastikan bahwa program nuklir Teheran aman.

Israel, pada gilirannya, mengecam keputusan Moskow untuk melanjutkan pengiriman senjata ke Teheran dengan alasan hal itu hanya akan membuat ketidakstabilan di kawasan tersebut.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.