Rusia Kirim Gelombang Pertama S-300 untuk Iran

Rusia telah mengirimkan gelombang pertama sistem pertahanan udara S-300 untuk Iran.

Rusia telah mengirimkan gelombang pertama sistem pertahanan udara S-300 untuk Iran. Demikian hal tersebut dikabarkan Sputnik, mengutip Wakil Perdana Menteri Dmitry Rogozin, Senin (11/4).

Sebelumnya, informasi pengiriman gelombang pertama S-300 ini telah lebih dulu dikabarkan Kementerian Luar Negeri Iran.

"Ya, pengiriman ini dilakukan melalui rute logistik yang telah diatur oleh para spesialis Rusia dan Iran. Setelah menerima gelombang pertama S-300, Teheran akan mencabut gugatannya terhadap Rusia di Pengadilan Arbitrase Internasional," kata Rogozin dalam sebuah program di radio Arsenal.

"Secara umum, penarikan (gugatan) telah disepakati, dengan parlemen Iran," tambah Rogozin.

Moskow seharusnya mengirimkan lima batalion sistem pertahanan udara S-300 untuk Iran pada 2007 Namun pada 2010, Presiden Rusia Dmitry Medvedev menandatangani dekrit untuk membekukan pasokan S-300 untuk Iran. Iran kemudian mengajukan gugatan senilai empat miliar dolar AS di Pengadilan Arbitrasi Jenewa.

Pada 17 Maret, Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin mengatakan bahwa pelaksanaan kontrak untuk pengiriman sistem S-300 ke Iran akan dilanjutkan seperti yang direncanakan. Menurut Rogozin, sebuah kesepakatan berhasil dicapai pada perundingan antara Iran dan Layanan Federal untuk Kerja Sama Teknis-Militer yang menyatakan bahwa Iran akan menarik gugatannya pada tahap tertentu pengiriman yang telah disepakati dalam kontrak.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.