Putin: Rusia Sesalkan Sejumlah Negara Enggan Ratifikasi Perjanjian CTBT

Moskow menyerukan para pemimpin dunia untuk bergabung dalam Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji Coba Nuklir.

Rusia menyesalkan bahwa sejumlah negara, termasuk mereka yang berusaha untuk memosisikan diri sebagai pemimpin dunia, belum meratifikasi Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji Coba Nuklir (CTBT), kata Presiden Rusia Vladimir Putin, sebagaimana yang dikutip Sputnik.

Moskow menyerukan para pemimpin dunia untuk bergabung dalam perjanjian yang melarang uji coba ledakan nuklir, kata Putin menekankan.

"Keengganan negara-negara tersebut untuk sepenuhnya menjadi anggota peserta perjanjian ini menimbulkan penyesalan yang serius, terutama mengingat kenyataan bahwa beberapa dari mereka mengklaim sebagai pemimpin dan secara praktis menggunakan kekuatannya dalam menangani berbagai masalah keamanan global. Kami sekali lagi menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk menunjukkan kemauan politik yang nyata dan bergabung dalam CTBT secepatnya," kata Putin dalam sebuah pernyataan.

Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji-coba Nuklir adalah sebuah perjanjian internasional yang melarang segala bentuk aktivitas peledakan nuklir di semua bidang, baik untuk tujuan militer maupun sipil.

Perjanjian ini diadopsi Majelis Umum PBB pada 10 September 1996, dan terbuka untuk ditandatangani pada 24 September 1996 di Markas Besar PBB. Pada waktu itu, sebanyak 71 negara menandatangani perjanjian ini, termasuk di antaranya adalah lima dari delapan negara berkemampuan nuklir. Sejak 10 September 2006, perjanjian ini telah ditandatangani oleh 176 negara dan sudah diratifikasi oleh 135 negara.

Kelima negara nuklir, seperti yang disebutkan dalam Perjanjian Nonproliferasi Nuklir, yaitu Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Prancis, dan Inggris, telah menandatangani perjanjian ini.

Namun hingga kini, masih ada delapan negara yang belum meratifikasi perjanjian tersebut, yaitu Tiongkok, Mesir, India, Iran, Israel, Korea Utara, Pakistan, dan AS. Ketika nantinya kedelapan negara ini telah meratifikasi traktat tersebut, perjanjian ini akan menjadi larangan yang mengikat secara hukum bagi seluruh peserta perjanjian untuk tidak melakukan uji coba ledakan nuklir.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.