Angkatan Udara AS Klaim F-35 Akan Mampu Menahan Rusia

F-35 dianggap mampu meningkatkan tingkat pertahanan AS.

Debut dunia pesawat pengebom F-35 Lightning II pada pameran kedirgantaraan mendatang di Inggris adalah bagian dari strategi pertahanan AS. Demikian hal ini dikemukakan Panglima AU Amerika di Eropa dan Afrika Jenderal Frank Gorenc, seperti yang dikutipDefense News.

Meskipun Gorenc tak secara langsung menyebutkan Rusia, ia menekankan bahwa penampilan F-35 dalam pameran kedirgantaraan ini akan mendemonstrasikan kesediaan dan kemampuan sekutu Amerika untuk menghadapi musuh, tulis Defense News.

Menurut Gorenc, F-35 sendiri mampu meningkatkan tingkat pertahanan. Demonstrasi pesawat pada Royal International Air Show di Farnborough akan menjelaskan bahwa “pesawat ini bukan hanya sekadar model, melainkan unit persenjataan nyata,” kata Gorenc.

Klik untuk memperbesar infografis Persaingan Rusia dan AS di pasar senjata Asia Pasifik.Klik untuk memperbesar infografis persaingan Rusia dan AS di pasar senjata Asia Pasifik.

“Jenderal Angkatan Udara Amerika berani bertaruh bahwa masing-masing dari dua jenis pesawat pengebom F-35A dan F-35B pada pertunjukan dirgantara di Inggris ini mampu menahan Rusia,” demikian komentarBusiness Insider.

Menurut harian tersebut, pengembangan F-35 ini terkait dengan serangkaian kegagalan dan sejumlah kritik yang muncul. Khususnya sehubungan dengan mesin yang tak dapat diandalkan, keterbatasan pesawat dalam mode siap tempur dengan landasan jarak pendek dan menengah, besarnya biaya penerbangan yang per jamnya mencapai sekitar 50 ribu dolar, serta kerusakan fungsi radar.

Namun demikian, Jenderal Gorenc yakin bahwa debut F-35 akan membuat Rusia berpikir kembali tentang keunggulan pesawat terbarunya di udara, tulis Business Insider.

F-35 adalah bagian dari jenis pesawat pesawat siluman pengebom generasi kelima yang dikembangkan oleh perusahaan Amerika Lockheed Martin. Total biaya yang dihabiskan untuk pengembangan pesawat ini selama 15 tahun berhasil memecahkan rekor.

Pertama kali dipiblikasikan di RIA Novosti.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.