Kemenlu Rusia: AS Tak Bisa Pengaruhi Pengiriman S-300 ke Iran

Kompleks S-300 tidak masuk dalam subjek sanksi PBB.

Amerika Serikat tidak dapat memengaruhi pengiriman sistem pertahanan udara S-300 Rusia ke Iran karena sistem tersebut tidak termasuk dalam daftar sanksi yang dikeluarkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB). Demikian hal tersebut dilaporkan Sputnik, sebagaimana yang dikutip dari Kementerian Luar Negeri Rusia, Rabu (6/4).

"Kompleks S-300 tidak masuk dalam subjek sanksi PBB," kata Direktur Departemen Asia Kedua dari Kementerian Luar Negeri Rusia Zamir Kabulov kepada RIA Novosti.

Kepada RIA Novosti, Kabulov juga mengatakan bahwa hingga kini Moskow dan Teheran belum mengadakan pembicaraan mengenai pengiriman sistem pertahanan udara S-400 ke Iran.

"Tidak, tidak ada langkah-langkah yang diambil. Pertanyaan ini belum dibahas," kata Zamir.

Moskow seharusnya mengirimkan lima batalion sistem pertahanan udara S-300 untuk Iran pada 2007 Namun pada 2010, Presiden Rusia Dmitry Medvedev menandatangani dekrit untuk membekukan pasokan S-300 untuk Iran. Iran kemudian mengajukan gugatan senilai empat miliar dolar AS di Pengadilan Arbitrase Jenewa.

Pada 17 Maret, Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin mengatakan bahwa pelaksanaan kontrak untuk pengiriman sistem S-300 ke Iran akan dilanjutkan seperti yang direncanakan. Menurut Rogozin, sebuah kesepakatan berhasil dicapai pada perundingan antara Iran dan Layanan Federal untuk Kerja Sama Teknis-Militer yang menyatakan bahwa Iran akan menarik gugatannya pada tahap tertentu pengiriman yang telah disepakati dalam kontrak.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.