Presiden Turki Siap Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan Israel

Hubungan antara Israel dan Turki memburuk setelah insiden Freedom Flotilla pada 2010 lalu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menyatakan siap untuk menormalisasi hubungan diplomatik Turki dengan Israel selama kunjungannya ke Amerika Serikat. Demikian hal tersebut dilaporkan Sputnik, mengutip berita yang dipublikasikan media Turki pada Rabu (30/3) lalu.

Setelah berbicara dengan para pemimpin Yahudi dalam sebuah pertemuan tertutup di Washington, Erdogan mengakui adanya perbedaan pendapat antara Ankara dan Tel Aviv dalam berbagai isu. Namun demikian, sang pemimpin Turki mengungkapkan bahwa isu-isu tersebut bisa dipecahkan.

"Untuk melakukan hal ini, perlu ada acara niat baik dan tulus. Kami siap untuk menormalisasi hubungan dan pengembangan kerja sama (antara Turki dan Israel)," kata Erdoğan sebagaimana yang dikutip kantor berita Anadolu.

Hubungan antara Israel dan Turki memburuk setelah insiden Freedom Flotilla pada 2010 lalu, ketika konvoi enam kapal, termasuk satu kapal di bawah bendera Turki, mencoba mendekati Gaza untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Konvoi tersebut kemudian diblokir dan diserbu oleh pasukan Israel, yang mengakibatkan delapan warga Turki terbunuh.

Turki merespons insiden tersebut dengan mengusir duta besar Israel, memanggil pulang duta besarnya dari Israel, dan menuntut permintaan maaf resmi dari Israel serta kompensasi bagi keluarga korban.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.