Dokumen Panama Dirilis, Kremlin: Target Investigasi Adalah Presiden Rusia

Juru bicara Kremlin menyampaikan kekecewaannya atas kurangnya profesionalisme dalam penyelidikan dugaan korupsi di antara orang-orang yang dekat dengan Putin.

Juru bicara Kremlin menyampaikan kekecewaannya atas kurangnya profesionalisme dalam penyelidikan dugaan korupsi di antara orang-orang yang dekat dengan Putin.

Kremlin.ru
Organisasi wartawan global Konsorsium Internasional Jurnalis Investigasi (ICIJ) yang berbasis di Washington, AS, baru-baru ini telah memublikasikan laporan mengenai kebocoran dokumen finansial berskala luar biasa. Laporan berjudul “The Panama Papers” tersebut mengungkapkan bagaimana orang-orang yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terlibat dalam pengaturan transfer dana sebesar dua miliar dolar AS lewat berbagai bank dan perusahaan bayangan.

Selain ICIJ, investigasi ini melibatkan surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung, dan lebih dari seratus organisasi pers dari seluruh dunia. Sementara dari Indonesia, satu-satunya media yang terlibat dalam proyek investigasi tersebut adalah Tempo.

Dalam edisi bahasa Indonesia, laporan berjudul “Jejak Korupsi Global dari Panama” yang dipublikasikan Tempo menjelaskan bagaimana orang-orang yang berkaitan dengan presiden Rusia mencoba menyamarkan pembayaran, memundurkan tanggal dokumen ke masa lalu (backdated) dan dengan demikian, memupuk kekuasaan dan pengaruh di dalam industri media dan otomotif di Rusia.

Dokumen-dokumen ini diketahui berasal dari sebuah firma hukum kecil, tapi amat berpengaruh di Panama, yang bernama Mossack Fonseca. Dokumen-dokumen yang bocor mencakup email, tabel keuangan, paspor, dan catatan pendirian perusahaan, yang mengungkapkan identitas rahasia dari pemilik akun bank dan perusahaan di 21 wilayah atau yuridiksi bebas pajak (offshore), mulai dari Nevada, Singapura, sampai Kepulauan Virgin Britania Raya. Tempo menulis, ada 214.488 nama perusahaan offshore yang tercatat pada dokumen yang bocor ini. ICIJ menyampaikan bahwa seluruh nama perusahaan tersebut akan dipublikasikan pada awal Mei 2016.

Mossack Fonseca adalah salah satu pembuat perusahaan cangkang (shell companies) terbaik di dunia. Perusahaan cangkang adalah sebuah struktur perusahaan yang bisa digunakan untuk menyembunyikan kepemilikan aset perusahaan.

Selain itu, setidaknya ada 128 politisi dan pejabat publik lain dari seluruh dunia yang namanya tercantum dalam jutaan dokumen yang bocor ini. Mereka terkait dengan berbagai perusahaan gelap yang sengaja didirikan di wilayah-wilayah surga bebas pajak, tulis Tempo.

Pada salah satu bagian dari dokumen yang bocor tersebut, dijelaskan bagaimana bank, perusahaan, dan sejumlah orang yang terkait dengan Putin, bermanuver secara tertutup untuk memindahkan uang dalam jumlah besar. Uang yang digerakkan mencapai 200 juta dolar AS dalam satu kali transaksi.

Kremlin Angkat Bicara

Pada Senin (4/4), Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa laporan tersebut sebagai kampanye terang-terangan yang didalangi dan ditujukan untuk menyerang presiden Rusia dan orang-orang di lingkarannya.

Peskov menambahkan bahwa Kremlin sudah menyiapkan “semua amunisi legal yang memungkinkan di arena nasional dan internasional, untuk melindungi kehormatan dan martabat presiden Rusia.”

Peskov menyampaikan kekecewaannya atas kurangnya profesionalisme dalam penyelidikan dugaan korupsi di antara orang-orang yang dekat dengan Putin. “Saya harus akui kurangnya profesionalisme dari hasil investigasi yang diberikan kelompok jurnalis ini,” kata Peskov sebagaimana yang dikutip media Rusia TASS.

“Banyak hal yang kurang dari investigasi tersebut. Mereka menciptakan dan memalsukan fakta. Mereka benar-benar mempersiapkan diri untuk hal ini, lalu sedemikian rupa membuat informasi publik dan kemudian memublikasikannya kepada target pasar,” kata Peskov menambahkan.

Peskov kemudian menyampaikan bahwa nama Putin tidak muncul sebagai bukti. “Meskipun hasil investigasi ini menyebutkan adanya keterlibatan negara-negara lain dan sejumlah pemimpin lainnya, bagi kami, jelas bahwa target utama dari serangan tersebut adalah presiden kami, terutama dalam konteks pemilu parlemen mendatang dan dalam konteks prospek jangka panjang pemilihan presiden dua tahun mendatang,” kata Peskov.

Peskov juga menjelaskan serangan media tengah beredar terhadap Presiden Putin ditujukan untuk “mengeliminasi” informasi positif terkait keberhasilan Rusia di Suriah.

“Jika Anda ingat dengan situasi yang terjadi di kota Tadmur, Suriah, langkah-langkah strategis yang berhasil membalikkan situasi di negara tersebut dengan dukungan dari Rusia, maka itu adalah keberhasilan yang jelas. Namun, hanya sedikit media asing yang menyebutkan mengenai keberhasilan ini. Ada kecenderungan yang nyata untuk tak membuat informasi tersebut tersebar secara luas. Ini mengindikasikan bahwa arus informasi positif, dalam berbagai cara tertentu, telah diputus,” kata Peskov.

‘Kampanye Hitam?’

Beberapa hari sebelum laporan tersebut dipublikasikan, pada Senin (28/3), Peskov mengatakan kepada para wartawan bahwa sejumlah media massa sedang mempersiapkan serangan media yang direncanakan terhadap Putin dan orang-orang di lingkarannya.

Peskov memperingatkan bahwa publikasi tersebut akan berfokus pada sosok Putin secara pribadi. Laporan tersebut, kata Peskov, berusaha untuk menggali informasi mengenai keluarga dan juga teman-teman lama Putin, termasuk beberapa pengusaha, di antaranya Kovalchuk, Rottenberg, dan sebagainya. Selain itu, publikasi tersebut juga akan menyangkutpautkan perusahaan minyak tertentu dan sejumlah besar pengusaha yang bahkan belum pernah dilihat Putin dalam hidupnya.

“Kami percaya bahwa ini adalah suatu kampanye terang-terangan yang didalangi,” kata Peskov seraya menambahkan bahwa organisasi yang disebutkan mungkin melibatkan bukan hanya wartawan, tapi juga perwakilan dinas dan organisasi khusus.

Kepada TASS, Direktur ICIJ Gerard Ryle enggan mengomentari pernyataan Juru Bicara Presiden Rusia Dmitry Peskov yang mengatakan bahwa laporan tersebut suatu kampanye terang-terangan yang didalangi.

Laporan investigasi ICIJ “The Panama Papers” pertama kali dipublikasikan pada Minggu (3/4). Laporan tersebut mengungkapkan kebocoran sekitar 11,5 juta dokumen finansial berskala luar biasa yang disebutkan melibatkan beberapa orang paling berpengaruh di dunia. Kebocoran ini mencakup berbagai data transaksi keuangan rahasia dari berbagai individu dan badan hukum Rusia. Penyusun laporan investigasi mengklaim bahwa operasi ini melibatkan orang-orang dari lingkaran Presiden Putin meskipun nama sang pemimpin Rusia tak benar-benar disebutkan dalam jutaan dokumen yang bocor tersebut.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.