Krisis Keuangan, Banyak Pejuang ISIS Tak Terima Gaji Selama Berbulan-bulan

ISIS kini membayar para pejuang Irak dan Suriah yang mereka rekrut hanya setengah gaji.

ISIS pernah digambarkan sebagai kelompok teroris terkaya di dunia. Namun ternyata, "status" tersebut sudah lama berakhir, tulis media Rusia Sputnik. Sumber keuangan ISIS telah hancur antara lain karena Rusia dan koalisi multinasional yang dipimpin AS telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur perminyakan kelompok teroris tersebut, turunnya harga minyak dunia, dan kekalahan di Irak dan Suriah.

Tak seperti kelompok teroris lainnya, ISIS mampu menghasilkan pendapatan mereka sendiri. Para militan sebagian besar menghasilkan uang dari pajak, pemerasan, penculikan, penyelundupan minyak, dan sumbangan pribadi. Namun, seiring dengan banyaknya wilayah, pejuang, warga sipil, uang tunai, ladang minyak, dan rute penyelundupan yang hilang, praktis sumber keuangan ISIS pun terguncang.

Meskipun banyak yang telah memprediksi hancurnya keuangan ISIS, ada banyak pula laporan yang muncul dan menjelaskan masalah utama keuangan kelompok ISIS. Ini mungkin sebuah bukti tak langsung, tetapi laporan-laporan tersebut jelas menggambarkan situasi yang sebenarnya terjadi pada ISIS.

Sementara komandan senior ISIS dikatakan tengah berselisih atas tuduhan korupsi, salah urus, dan pencurian, beberapa pejuang bahkan belum dibayar sama sekali, tulis Washington Post melaporkan, mengutip informasi dari para pejabat kontraterorisme AS.

"Kekurangan uang tunai memaksa ISIS untuk membayar para pejuang Irak dan Suriah yang mereka rekrut hanya setengah gaji. Baru-baru ini, rekening para militan menunjukkan bahwa beberapa unit bahkan belum menerima gaji selama berbulan-bulan," tulis media AS tersebut memerinci. Para warga sipil dan berbagai jenis usaha yang dijalankan di kota-kota yang berada di bawah kendali ISIS "mengeluh karena menjadi sasaran pajak yang semakin tinggi dan berbagai penarikan biaya untuk menutupi kekurangan dana mereka."

Lembaga IHS Conflict Monitor mencatat kondisi yang sama pada pertengahan Maret lalu. Menurut IHS, ISIS kini tengah berjuang secara finansial. Beberapa langkah yang mereka terapkan antara lain dengan menaikkan besaran pajak, menaikkan biaya jasa yang dikelola ISIS, serta pemotongan gaji para pejuang ISIS secara signifikan hingga 50 persen.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.