April, Menhan RI ke Rusia untuk Tanda Tangani Pembelian Sukhoi Su-35

Senjata Rusia secara luas digunakan oleh tentara Indonesia.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu telah menegaskan niatnya untuk menandatangani kontrak pembelian jet tempur multiperan Su-35 selama kunjungannya ke Rusia dalam beberapa hari ke depan. Demikian hal tersebut diungkapkan sang menteri dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Kamis (31/3).

Bloomberg melaporkan, dalam kunjungan sang menteri ke Rusia nanti, Ryacudu berharap kesepakatan pemembelian antara delapan atau sepuluh unit jet tempur Su-35 untuk Indonesia akan memasuki tahap final. Sebelumnya, Ryacudu mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan satu skuadron pesawat tempur. Namun untuk tahap pertama kerja sama ini, jumlah tersebut ia anggap cukup.

Sebelum akhirnya memutuskan membeli Su-35, pemerintah Indonesia telah lebih dulu mempertimbangkan untuk membeli F-16V buatan Lockheed Martin Corp, Eurofighter Typhoon buatan BAE Systems Plc, atau Gripen Saab AB.

Sang menteri juga mengatakan bahwa Indonesia akan terus mencari ke berbagai negara lain untuk terus melakukan pengadaan alutsista. "Kami akan membeli dari Eropa dan Amerika, dari Rusia juga," katanya. "Kami tidak memprioritaskan (negara tertentu). Yang penting adalah jika kami membutuhkan mereka, dan ada hasil riset yang mendukung, kami akan membeli. Kami mengganti pesawat yang sudah tua, bukan menambahkan yang baru."

Senjata Rusia secara luas digunakan oleh tentara Indonesia. Angkatan Udara Indonesia telah menggunakan pesawat tempur Su-27 dan Su-30. Su-35 yang hendak dibeli nantinya akan menggantikan pesawat Amerika F-5 Tiger yang telah usang, yang sudah digunakan militer Indonesia sejak tahun 1980.

Selain Indonesia, pada 19 November 2015, perusahaan Rostec telah mengumumkan kesepakatan pengiriman 24 unit jet tempur Su-35 kepada Tiongkok. Dengan begitu, Tiongkok praktis menjadi pelanggan asing pertama yang membeli pesawat tempur canggih ini.

Pesawat Su-35 Super Flanker yang diklasifikasikan sebagai pesawat generasi ke-4++, berada tepat di bawah pesawat siluman generasi kelima. Dibandingkan dengan F-16 dan F-18, yang berbasis teknologi tahun 1970-an, Su-35 baru saja masuk dalam perbendaharaan senjata AU Rusia.

Berdasarkan informasi dari Air Force Technology, Su-35 memiliki kemampuan manuver yang tinggi (+9g) dengan sudut penyerangan tinggi, dan dilengkapi dengan sistem senjata canggih yang membuat pesawat ini memiliki kemampuan tempur yang luar biasa. Kecepatan maksimum pesawat ini mencapai 2.390 kilometer per jam atau Mach 2,25.

Sementara, karakteristik taktis penerbangan Su-35S mendekati pesawat tempur generasi kelima. Teknologi siluman diterapkan dalam pembuatan pesawat tempur ini, yaitu dengan menggunakan lapisan peredam radar dan material komposit. Kecepatan maksimum pesawat adalah 1.400 km/jam dengan jarak penerbangan sejauh 3.600 km. Jangkauan deteksi target dalam mode “udara-ke-udara” adalah sekitar 400 km. Radar pesawat secara bersamaan dapat melacak hingga 30 target dan melakukan penembakan ke delapan target udara.

Secara umumnya, cara kerja pesawat tempur Su-35 tidak berbeda dari Su-30MK, terutama dari segi persenjataan dan bomnya. Hanya saja, pesawat Su-35 membawa model baru bom udara dengan kamampuan yang telah ditingkatkan, termasuk bom laser kendali. Jet tempur Su-35 memiliki beban tempur maksimum 8.000 kilogram.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.