Assad: Di Mana Barat Saat Suriah Berjuang Lawan ISIS untuk Bebaskan Tadmur?

Pembebasan Tadmur yang terjadi berkat bantuan Rusia juga membuktikan kurangnya keseriusan AS.

Pembebasan kota Tadmur dengan dukungan Rusia menimbulkan pertanyaan besar atas keseriusan kampanye militer terhadap ISIS yang dipimpin AS, kata Presiden Suriah Bashar Assad kepada Sputnik.

"Kami benar-benar ingin membebaskan Suriah dari terorisme. Tidak ada cara lain untuk melindungi Suriah selain dengan memerangi terorisme. Tentu saja, ada proses politik yang dibutuhkan, tapi perang melawan terorisme adalah kuncinya. Pendudukan Tadmur oleh teroris sekitar setahun yang lalu membuktikan kegagalan pasukan koalisi dan kurangnya keseriusan mereka dalam memerangi terorisme, terutama ISIS. Fakta bahwa pembebasan Tadmur terjadi berkat bantuan Rusia juga membuktikan kurangnya keseriusan mereka (AS dan pasukan koalisi) dalam hal ini," kata Assad.

"Dukungan Rusia telah menjadi faktor utama dan paling efektif untuk mencapai hasil ini, begitu juga dengan dukungan dari teman-teman kami di Iran, Hizbullah, dan kelompok-kelompok lainnya di Suriah yang berjuang bersama para tentara," tambahnya.

Setelah Tadmur, Tentara Suriah Bersiap ke Deir ez-Zor dan Raqqa

Setelah membebaskan kota kuno Tadmur, Tentara Suriah harus bergerak menuju Deir ez-Zor dan merencanakan serangan terhadap Raqqa, kata Presiden Suriah Bashar Assad dalam sebuah wawancara dengan Sputnik.

"Tentu saja, setelah pembebasan Tadmur, kami harus segera bergerak ke daerah-daerah tetangga yang mengarah ke bagian timur negara ini, seperti Deir ez-Zor. Pada saat yang sama, kami perlu untuk menggempur Raqqa, yang merupakan benteng utama ISIS," kata Assad.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.