Temui Putin, Menlu AS Uraikan Syarat Pencabutan Sanksi Terhadap Rusia

AS siap mencabut sanksi terhadap Rusia jika seluruh ketentuan pada perjanjian Minsk telah dipenuhi.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyampaikan bahwa Presiden AS Barack Obama siap mencabut sanksi terhadap Rusia jika seluruh ketentuan pada perjanjian Minsk mengenai Ukraina telah dipenuhi. Demikian hal tersebut diungkapkan sang menlu pada pertemuan dengan presiden Rusia di Moskow .

“Saya mengulangi janji yang diucapkan oleh Presiden Obama bahwa sanksi akan dicabut jika seluruh poin pada perjanjian Minsk sudah terpenuhi, termasuk penarikan seluruh pasukan senjata dan kembalinya kedaulatan wilayah perbatasan Ukraina,” kata Kerry pada perbincangan tersebut.

“Kita semua tahu bahwa dalam beberapa tahun terakhir, antara Rusia dan AS, ada beberapa perbedaan sudut pandang, tetapi diskusi substantif seperti yang berlangsung hari ini diyakini akan memberikan hasil yang lebih baik. Pada akhirnya, itu merupakan jalan yang kita pilih untuk mengatasi tantangan penting yang dihadapi dunia,” kata Kerry menambahkan.

“Selalu ada sesuatu yang layak diperjuangkan demi menggapai kemajuan,” sambung Kerry.

Saat ini, Rusia dan Amerika Serikat memiliki hubungan yang tegang sehubungan dengan situasi di Ukraina. Pada akhir Juli 2014, Uni Eropa dan Amerika Serikat dari sudut sanksi terhadap individu dan perusahaan tertentu telah beralih pada seluruh sektor ekonomi Rusia.

Pada awal bulan ini, Presiden AS Barack Obama telah memperpanjang sanksi terhadap Rusia. Kedutaan besar AS mengingatkan bahwa Obama dapat kapan saja membatalkan sanksi tersebut.

Pemerintah Ukraina pada April 2014 lalu melancarkan operasi militer terhadap Republik Rakyat Lugansk dan Donetsk. Politisi Barat dan Ukraina menuduh Moskow campur tangan dalam urusan internal Ukraina. Namun Rusia menolak tuduhan tersebut.

Moskow telah berulang kali mengatakan bahwa berhubungan dengan ‘bahasa sanksi’ tidak akan bisa diterima dan dinilai kontraproduktif.

Pertama kali dipublikasikan oleh RIA Novosti.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.