Gantikan Turki, Rusia Mulai Impor Buah dan Sayuran dari Suriah

Rusia berencana untuk meningkatkan volume impor hingga lima ribu ton per minggu.

Rusia mulai menerima pasokan buah dan sayuran dari Suriah yang dirancang untuk menggantikan sebagian impor produk dari Turki yang dilarang masuk. Demikian hal tersebut dilansir oleh surat kabar Rusia Kommersant. Perusahaan Adyg-Yurak hadir sebagai importir buah dan sayuran asal Suriah.

Sebelumnya, menurut berbagai sumber publikasi, pemasokan sayuran dan buah-buahan dari Suriah masih merupakan uji coba.

“Adyg-Yurak melakukan negosiasi penjualan produk dengan jaringan supermarket Magnit dan Pyaterochka,” kata CEO perusahaan Aslan Panesh.

“Masalah utama yang mengganggu impor secara permanen adalah kualitas kemasan yang buruk,” keluhnya.

Namun demikian, Panesh optimis bahwa dalam waktu setengah tahun, Suriah akan mampu memproduksi bahan kemasan yang modern.

“Hal tersebut akan memungkinkan kami mengimpor 3 – 4 ribu ton sayur dan buah-buahan tiap minggunya,” kata Panesh berharap. “Kami berencana untuk meningkatkan volume impor hingga 5 ribu ton per minggu.”

Sejak 1 Januari 2016, Rusia telah melarang impor sejumlah buah-buahan dan sayuran, jeroan ayam kampung dan kalkun, garam hingga cengkeh dari Turki.

Pertama kali dipublikasikan oleh RIA Novosti.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.