Rusia Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Lebih dari Seratus Permukiman Suriah

Fasilitas Hmeimim di Provinsi Latakia telah menerima 144 metrik ton kargo kemanusiaan dari Rusia.

Pusat rekonsiliasi Rusia telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke lebih dari 100 permukiman di Suriah. Demikian hal tersebut dikabarkan media Rusia Sputnik, mengutip pernyataan staf umum militer Rusia, Jumat (18/3).

Ia menginformasikan, fasilitas Hmeimim di Provinsi Latakia telah menerima 144 metrik ton kargo kemanusiaan dari Rusia, termasuk makanan, minuman, dan kebutuhan pokok lainnya.

Pegawai tersebut juga menambahkan bahwa para ahli medis kini tengah dalam perjalanan ke berbagai permukiman yang para penduduknya belum menerima bantuan medis selama bertahun-tahun, demikian dikabarkan Sputnik.

"Pusat rekonsiliasi Rusia telah menyerahkan ratusan ton bantuan kemanusiaan ke lebih dari 100 permukiman di Suriah," kata Kepala Direktorat Operasional Utama Letjen Sergei Rudskoy kepada wartawan.

Menurut statistik PBB, pertempuran antara pasukan pemerintah Suriah dan gerilyawan sejak awal 2011 telah menewaskan lebih dari 220 ribu jiwa dan menelantarkan jutaan rakyat sipil. Berbagai kelompok militan di Suriah membentuk formasi bersenjata, tapi yang paling aktif melawan pasukan pemerintah adalah kelompok teroris ISIS dan front Jabhat al-Nusra.

Kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Rusia dan AS mulai berlaku pada 27 Februari lalu di seluruh Suriah. Gencatan senjata ini didukung baik oleh pemerintah Suriah maupun puluhan kelompok oposisi lainnya di negara tersebut. Sementara, kelompok teroris ISIS, front al-Nusra, dan organisasi teroris lainnya yang diakui PBB tidak dimasukkan ke dalam kesepakatan tersebut

Pada Senin (14/3) malam, layanan pers Kremlin mengumumkan bahwa setelah percakapan telepon antara Presiden Putin dan Presiden Bashar Assad, kedua pemimpin sepakat untuk menarik bagian utama Pasukan Kedirgantaraan Rusia dari negara tersebut. Hal ini dilakukan karena Angkatan Bersenjata Rusia dianggap telah memenuhi misi fundamental yang telah ditugaskan kepada mereka.

Namun demikian, Rusia tetap akan menjaga pusat kontrol penerbangan udara di Suriah untuk memantau pelaksanaan rezim gencatan senjata, kata Kremlin.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu diperintahkan untuk menarik pasukan Rusia dari Suriah mulai 15 Maret 2016.

Artikel Terkait

Turkoman Suriah Hargai Bantuan Moskow dan Sesali Penembakan Pilot Rusia

Rusia Salurkan 3,5 Metrik Ton Bantuan Kemanusiaan ke Provinsi Latakia

Lavrov: Turki Pasok Senjata Militan Suriah Lewat Konvoi Bantuan Kemanusiaan

Kemenhan Rusia: Pertempuran di 34 Kota dan Desa Suriah Telah Berhenti

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.