Obama Sambut Baik Keputusan Putin untuk Tarik Pasukan Rusia dari Suriah

Presiden Obama telah membahas keputusan Rusia untuk mulai menarik pasukan militer negara tersebut dari Suriah.

Presiden AS Barack Obama telah membahas dengan Presiden Rusia Vladmir Putin terkait keputusan Moskow untuk mulai menarik pasukan militer negara tersebut dari Suriah. Demikian hal tersebut diungkapkan dalam pernyataan yang dirilis Gedung Putih.

"Hari ini, Presiden Obama berbicara dengan Presiden Vladimir Putin melalui telepon untuk membahas kemajuan pelaksanaan gencatan senjata antara rezim penguasa Suriah (dan sekutunya) dan pihak oposisi bersenjata," bunyi pernyataan tersebut.

"Keduanya juga membahas pengumuman yang dibuat Presiden Putin terkait penarikan sebagian pasukan Rusia dari Suriah, dan langkah-langkah selanjutnya yang diperlukan untuk melaksanakan penghentian pertikaian sepenuhnya dengan tujuan memajukan negosiasi politik yang berorientasi pada resolusi konflik," kata Gedung Putih.

"Sejak awal dilaksanakannya gencatan senjata, Presiden Obama menyambut baik segala bentuk penurunan aksi kekerasan, tapi tetap menekankan bahwa segala tindakan ofensif yang dilakukan pasukan pemerintah Suriah berisiko terhadap penghentian permusuhan dan proses politik yang dipimpin PBB," bunyi pernyataan itu menambahkan.

Pada Senin (14/3), layanan pers Kremlin mengumumkan bahwa setelah percakapan telepon antara Presiden Rusia Putin dan mitranya Presiden Suriah Bashar Assad, kedua pemimpin menyepakati penarikan bagian utama Pasukan Kedirgantaraan Rusia karena dianggap telah memenuhi misi fundamental yang ditugaskan kepada pasukan tersebut.

Namun demikian, Kremlin mengatakan bahwa Rusia akan tetap menjaga pusat kontrol penerbangan udara di Suriah untuk memantau pelaksanaan rezim gencatan senjata.

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu telah diperintahkan untuk menarikan militer Rusia dari Suriah mulai hari ini, Selasa (15/3).

Rusia telah melakukan operasi antiteror di Suriah sejak 30 September 2015. Beberapa serangan terhadap teroris juga dilancarkan oleh Angkatan Laut Rusia.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.