Mampu Berinteraksi dengan Manusia, Perusahaan Tiongkok Beli Robot Rusia

Satu robot dibanderol sekitar 10 ribu dolar AS.

Lima robot yang diproduksi perusahaan Rusia "PromoBot" menyapa pengunjung di salah satu pusat bisnis di kota Hangzhou, Tiongkok. Demikian informasi tersebut dilaporkan Sputnik, Jumat (11/3). Kelima robot tersebut telah dibeli oleh perusahaan Tiongkok Keysi Microelectronics dan kini bertugas menyambut para tamu di pusat bisnis tersebut.

Robot-robot ini dapat berbicara dalam banyak bahasa, mampu memahami berbagai arti kata, serta bisa menanggapi berbagai pertanyaan dan mengingat semua orang yang pernah berbicara dengan mereka.

"Robot kami memiliki tingkat kemandirian terbesar di antara semua model yang saat ini dipasarkan di pasar global. Mereka memiliki kemampuan linguistik yang paling kuat sehingga memungkinkan mereka untuk berdialog dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Mandarin," kata Oleg Kivokurtsev, salah satu pendiri proyek baru tersebut kepada Sputnik.

Menurut seorang ahli, robot-robot tersebut dapat dengan mudah menentukan bagaimana mereka harus bersikap di tengah kerumunan. Karena itu, mereka dapat membantu dalam hal navigasi, memberi saran kepada klien, mengumpulkan informasi tentang pelanggan di pusat perbelanjaan, dan bahkan bekerja sebagai pemandu museum.

"Pada saat yang sama, mereka mampu mengenali suara manusia terlepas dari tingkat kebisingan dan orang-orang di sekitar, bahkan dalam kondisi yang gelap gulita sekalipun," kata Kivokurtsev.

Satu unit robot dibanderol sekitar 10 ribu dolar AS. Harga ini lima kali lebih rendah dari harga dari jenis robot analog asing lainnya. Harga robot-robot buatan PromoBot ini dapat dikatakan cukup terjangkau karena mereka dibuat dari berbagai suku cadang.

Empat robot pesanan Keysi Microelectronics lainnya akan tiba dalam waktu dekat. Robot-robot itu nantinya akan ditempatkan di pusat perbelanjaan terbesar di Hangzhou. Tak hanya itu, perusahaan tersebut pun telah memesan seratus robot Rusia lainnya, yang diharapkan akan dipasok hingga akhir 2017. Menurut Kivokurtsev, Keysi Microelectronics bukan satu-satunya pihak yang menunjukkan minat terhadap bisnis start-up Rusia semacam ini.

Selain itu, sang inisiator proyek meyakini bahwa proyek ini tidak akan digunakan secara ilegal oleh orang-orang tak bertanggung jawab karena perangkat lunak robot tersebut telah dirancang agar tidak dapat disalin dan harus dibuat dari awal.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.