Uni Eropa Resmi Perpanjang Sanksi Terhadap Rusia Selama Enam Bulan

Sanksi diperpanjang hingga 15 September 2016.

Uni Eropa telah memutuskan untuk memperpanjang sanksi terhadap 149 warga Rusia dan perwakilan dari Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk yang memproklamasikan kemerdekaannya dari Ukraina serta 37 perusahaan selama enam bulan. Demikian hal tersebut diumumkan Dewan Eropa dalam sebuah pernyataan resmi.

"Setelah mempertimbangkan situasi yang terus mengancam integritas teritorial, kedaulatan, dan kemerdekaan Ukraina, pada 10 Maret 2016, Dewan Eropa memperpanjang kebijakan sanksi Uni Eropa terhadap 146 orang dan 37 perusahaan selama enam bulan," bunyi pernyataan tersebut.

Dalam pernyataan tersebut, Dewan Eropa menyebutkan bahwa pembekuan aset dan larangan perjalanan ke wilayah Uni Eropa telah diperpanjang hingga 15 September 2016.

Selain itu, Dewan Eropa juga mengatakan bahwa tiga orang meninggal telah dihapus dari daftar yang harus tunduk pada kebijakan pembatasan tersebut. Namun demikian, siapa ketiga orang yang dimaksud tak disebutkan namanya.

Menurut pernyataan tersebut, tindakan hukum yang relevan akan dipublikasikan dalam Jurnal Resmi pada tanggal 12 Maret 2016.

Keputusan yang diambil Dewan Uni Eropa ini bersifat formal dan diadopsi melalui prosedur tertulis dan tanpa perdebatan.

Sanksi Barat terhadap Rusia pertama kali diperkenalkan pada bulan Maret 2014. Sanksi ini terakhir kali diperpanjang pada September 2015.

Sebanyak 149 orang yang masuk ke dalam daftar hitam sanksi Eropa ini termasuk para perwakilan dan pejabat Rusia, politisi Rusia, pengusaha dan pejabat keamanan, serta hampir semua anggota pimpinan Republik Rakyat Donetsk (DNR) dan Republik Rakyat Lugansk (LNR) yang memproklamasikan kemerdekaannya. Selain itu, daftar sanksi juga meliputi 37 perusahaan, termasuk seluruh struktur politik dan militer DNR dan LNR. Para pebisnis Eropa tidak diperkenankan untuk membina relasi dengan siapa pun yang masuk ke dalam daftar sanksi tersebut.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.