Jumlah Korban Tewas Akibat Serangan Udara Koalisi AS Mendekati Seribu Jiwa

Jumlah korban sipil dari serangan koalisi pimpinan AS di Suriah dan Irak sudah mencapai 967 orang.

Jumlah warga sipil yang tewas akibat serangan udara yang dilakukan oleh koalisi pimpinan AS terhadap kelompok teroris ISIS bisa mencapai seribu jiwa "dalam beberapa hari" ke depan. Demikian hal tersebut dilaporkan media Rusia Sputnik, mengutip informasi yang dipublikasikan media setempat, Minggu (6/3), mengacu pada data hasil pantauan LSM Airwars.

Airwars

Airwars adalah suatu proyek nonprofit transparan dan kolaboratif yang bertujuan untuk melacak dan mengarsipkan aktivitas perang udara terhadap ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya di Irak dan Suriah.

Koalisi pimpinan AS yang didukung lebih dari 60 negara telah melakukan serangan udara terhadap posisi ISIS di Suriah dan Irak sejak 2014.

Jumlah korban sipil dari serangan koalisi tersebut di Suriah dan Irak sudah mencapai 967 orang dan bisa mencapai seribu orang "dalam beberapa hari" mendatang, tulis surat kabar The Independent, mengutip data Airwars yang merinci jumlah korban operasi udara tersebut.

Anggota CJTF-OIR

Amerika Serikat, Australia, Bahrain, Kanada, Prancis, Belanda, Yordania, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Inggris

Surat kabar itu menambahkan bahwa pada saat yang sama, sebanyak 11 dari 12 negara anggota koalisi pimpinan AS yang terlibat dalam serangan anti-ISIS, atau yang disebut sebagai Combined Joint Task Force – Operation Inherent Resolve (CJTF-OIR), mengklaim bahwa tidak ada warga sipil yang tewas selama pengeboman, terlepas dari angka yang dipublikasikan Airwars.

ISIS merupakan kelompok teroris yang mengontrol sejumlah besar wilayah di Irak dan Suriah, yang mereka tujukan untuk membentuk kekhalifahan di bawah aturan hukum syariah Islam. Keberadaan kelompok teroris ini telah dilarang di banyak negara, termasuk Inggris dan Rusia, dan negara-negara lainnya.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.