Ikut Gencatan Senjata, Oposisi Suriah Minta Rusia Jamin Keamanan dari ISIS

Rusia akan membantu memastikan keselamatan kelompok oposisi yang menandatangani perjanjian gencatan senjata.

Pusat rekonsiliasi Rusia untuk Suriah yang berbasis Hmeimim akan membantu memastikan keselamatan kelompok oposisi serta para pemimpin dan tokoh setempat yang menandatangani perjanjian gencatan senjata. Demikian hal tersebut dilaporkan media Rusia Sputnik, mengutip pernyataan Letnan Jenderal Sergei Kurylenko selaku kepala pusat rekonsiliasi, Sabtu (5/3).

Kurylenko mengatakan bahwa sejak pusat rekonsiliasi beroperasi, para ahli Rusia telah mengadakan sebanyak 23 pertemuan dengan pihak oposisi dan kekuatan politik Suriah. Di setiap pertemuan tersebut, menurut Kurylenko, para pemimpin kelompok meminta perlindungan dari ISIS dan kelompok pejihad lainnya yang menyatakan "perburuan" kepada pihak-pihak yang mengikuti gencatan senjata.

"Dari pihak Rusia, kami akan membantu menjamin keamanan para pemimpin kelompok oposisi Suriah dan kepala pemerintah kota setempat, yang telah menandatangani perjanjian penghentian permusuhan dan awal proses rekonsiliasi," kata Kurylenko.

Kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Rusia dan AS mulai berlaku pada 27 Februari lalu di seluruh Suriah. Gencatan senjata ini didukung baik oleh pemerintah Suriah maupun puluhan kelompok oposisi lainnya di negara tersebut. Sementara, kelompok teroris ISIS, front al-Nusra, dan organisasi teroris lainnya yang diakui PBB tidak dimasukkan ke dalam kesepakatan tersebut.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.