Kemenhan Rusia: Kelompok Militan Jaysh al-Islam Sepakati Gencatan Senjata

Gencatan senjata juga telah disepakati dengan lima komandan pasukan oposisi moderat Suriah.

Kesepakatan gencatan senjata dengan komandan lapangan kelompok militan Suriah Jaysh al-Islam dan lima pasukan oposisi lainnya telah tercapai. Demikian hal tersebut dikabarkan media Rusia Sputnik, mengutip informasi yang disampaikan Letnan Jenderal Sergei Kurylenko, selaku komandan pusat rekonsiliasi Rusia untuh Suriah, Jumat (2/3).

Menurut Kurylenko, gencatan senjata juga telah disepakati dengan lima komandan pasukan oposisi moderat Suriah, serta para tetua dari dua permukiman di Provinsi Homs. Saat berita ini dirilis, pembicaraan dengan para pemimpin dari empat kelompok militan lainnya tengah berlangsung.

"Dalam dua hari terakhir, kesepakatan penghentian permusuhan yang dicapai dengan komandan lapangan Jaysh al-Islam — yang mengontrol kota Ruheiba — merupakan sebagian dari hasil yang dicapai pusat rekonsiliasi Rusia," kata Kurylenko.

Pangkalan Udara Hmeimim di sebelah barat Provinsi Latakia kini menjadi markas Rusia untuk rekonsiliasi Suriah yang dipimpin oleh Kuralenko.

Pusat Rekonsiliasi Rusia untuh Suriah telah meminta Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk di 21 permukiman yang hancur akibat serangan teroris di tiga provinsi Suriah.

"Kemarin, saya mengirim surat kepada Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura untuk mengalokasikan bantuan kemanusiaan kepada para penduduk di 21 permukiman di Damaskus, Homs, dan Provinsi Daraa, yang telah bergabung dengan proses perdamaian dan (permukiman tersebut) telah rusak akibat penembakan teroris," kata Kuralenko.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.