Media Ceko: Perdamaian di Suriah, Kemenangan Putin

Rusia telah mencetak kemenangan besar dan memperoleh rasa hormat dari seluruh dunia.

Enam bulan lalu banyak yang mengira bahwa Presiden Bashar al-Assad akan segera digulingkan dan Barat akan mendirikan sebuah "rezim boneka" di Suriah. Namun ternyata, keterlibatan Rusia telah membantu negara yang dilanda perang tersebut untuk bangkit layaknya "burung phoenix yang terlahir kembali dari abu". Demikian hal tersebut ditulis media Ceko Czech Free Press (CFP), sebagaimana yang dikutip Sputnik.

"Rusia telah mencetak kemenangan besar dan memperoleh rasa hormat dari seluruh dunia," tulis surat kabar tersebut, mengacu pada kampanye antiteroris Moskow, serta upaya diplomatik yang dilakukan Rusia untuk menyelesaikan krisis Suriah.

CFP menyebut proses perdamaian yang baru saja berjalan di Suriah sebagai "kemenangan Putin", sedangkan Damaskus "sejak awal telah dan akan terus menjadi kendala" dalam kampanye Barat yang bertujuan untuk melawan Rusia.

Moskow dan Washington baru-baru ini menengahi gencatan senjata antara pemerintah Suriah dan seluruh pihak oposisi yang bertikai di negara tersebut. Pembicaraan damai inter-Suriah yang disponsori PBB dan pemilihan umum di negara tersebut diharapkan untuk akan berljalan sesuai rencana jika semua pemangku kepentingan utama patuh pada gencatan senjata.

Meskipun sempat ada prediksi suram, Suriah "belum menjadi Afghanistan kedua untuk Rusia", tulis media Ceko tersebut. Kampanye udara Moskow bahkan telah dipuji sebagai sebuah keberhasilan sejak awal Rusia memutuskan untuk mengirimkan angkatan udaranya menyusul permintaan resmi Damaskus.

Operasi Rusia di Suriah telah membantu untuk mengubah fakta di lapangan. Dalam beberapa bulan terakhir, Tentara Arab Suriah yang dibantu oleh pesawat-pesawat tempur Rusia dan sekutu lokal, telah berhasil mengubah gelombang perang dengan sejumlah kemenangan atas ISIS, front al-Nusra, dan kelompok teroris lainnya di provinsi-provinsi kunci. Meskipun kelompok teroris masih mendapatkan dukungan asing, para militan tampaknya mulai kehilangan kekuatannya.

Banyak pihak yang mengaitkan proyek Qatar yang bertujuan untuk membangun jaringan pipa gas melalui Arab Saudi, Yordania, Suriah, dan Turki untuk mensponsori pemberontak di Suriah.

Ini bukan satu-satunya perkembangan positif bagi Moskow, tulis CFP. Sementara proyek pipa gas Qatar belum diluncurkan, penjualan senjata buatan Rusia telah melonjak dan kemampuan Angkatan Bersenjata Rusia telah dinilai sangat baik, kata media tersebut mengamati

Pada Februari, pembawa acara radio, pengacara, dan sekaligus keponakan dari Presiden AS J.F. Kennedy, Robert F. Kennedy Jr., menegaskan bahwa Washington memutuskan untuk menggulingkan al-Assad dengan memanfaatkan pejuang pejihad berpengalaman ketika Presiden Suriah menolak untuk mendukung inisiatif Doha (untuk membangungun jalur pipa gas yang melewati Suriah -red.). Peristiwa ini terjadi dua tahun sebelum pemberontakan Arab Spring di Suriah.

"Bukan kebetulan, daerah-daerah yang dikontrol ISIS di Suriah adalah daerah-daerah yang secara persis mencakup rute yang diusulkan untuk membangun jaringan pipa Qatar," kata Kennedy mengamati.

Arab Spring

Kebangkitan dunia Arab atau Arab Spring adalah gelombang revolusi unjuk rasa dan protes yang terjadi di dunia Arab. Sejak 18 Desember 2010, telah terjadi revolusi di Tunisia dan Mesir; perang saudara di Libya; pemberontakan sipil di Bahrain, Suriah, dan Yaman; protes besar di Aljazair, Irak, Yordania, Maroko, dan Oman, dan protes kecil di Kuwait, Lebanon, Mauritania, Arab Saudi, Sudan, dan Sahara Barat. Kerusuhan di perbatasan Israel bulan Mei 2011 juga terinspirasi oleh kebangkitan dunia Arab ini.

Protes ini menggunakan teknik pemberontakan sipil dalam kampanye yang melibatkan serangan, demonstrasi, pawai, dan pemanfaatan media sosial, seperti Facebook, Twitter, YouTube, untuk mengorganisasikan, berkomunikasi, dan meningkatkan kesadaran terhadap usaha-usaha penekanan dan penyensoran internet oleh pemerintah.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.