ISIS Dapatkan Bantuan dari Turki dengan ‘Restu’ dari Ankara

Sebuah bukti pendukung yang menunjukkan bahwa Turki memberikan dukungan kepada ISIS muncul ke publik.

Sebuah bukti pendukung yang menunjukkan bahwa Turki memberikan dukungan kepada ISIS dan front al-Nusra — dua organisasi teroris yang telah mengubah Suriah menjadi reruntuhan dan membuat kekacauan di berbagai kawasan di Timur Tengah — muncul ke publik. Demikian hal tersebut dikabarkan media Rusia Sputnik.

"Dengan memperhitungkan informasi publik yang tersedia, kami menyimpulkan bahwa Turki, baik secara langsung maupun tidak langsung, telah berperan sebagai mediator dan sekutu bagi ISIS, dengan membantu kelompok radikal tersebut mempersiapkan dan melakukan tindakan teroris, memperoleh sumber daya yang diperlukan, dan merekrut pejuang baru," kata Ertuğrul Kürkçü, presiden kehormatan partai pro-Kurdi People's Democratic Party (HDP), kepada Sputnik.

Meskipun Ankara terus menyuarakan retorika anti-ISIS, kepemimpinan Turki sama sekali tak melakukan apa pun untuk membongkar jaringan teroris yang ada di negara tersebut, tulis Sputnik. "Setelah begitu banyak aksi teroris yang mengerikan, tak ada satu orang pun teroris atau dalang di balik segala aksi terorisme yang berhasil ditangkap," kata politikus Turki tersebut mengamati.

Kürkçü juga menyebutkan bahwa beberapa institusi militer dan lembaga penegak hukum Turki melakukan kontak langsung dengan kelompok teroris. Sang politikus merujuk pada laporan terbaru yang dirilis oleh surat kabar Cumhuriyet.

Harian oposisi tersebut memublikasikan transkrip beberapa percakapan telepon antara petugas Turki yang tak disebutkan namanya dan personil kunci ISIS di wilayah yang berbatasan dengan Suriah. Publikasi tersebut muncul untuk menunjukkan bahwa petugas Turki tidak hanya sering berkomunikasi, tetapi juga bekerja sama dengan para militan.

Isi Transkrip

Surat kabar Cumhuriyet memublikasikan transkrip percakapan telepon antara petugas Turki yang tak disebutkan namanya dengan Mustafa Demir, seorang agen kunci ISIS di wilayah perbatasan.

"Transkrip dan berbagai dokumen yang kini sedang dalam proses penyelidikan mengungkapkan bahwa Demir menerima uang dari penyelundup di perbatasan dan bekerja sama dengan petugas lintas perbatasan yang bersangkutan," tulis koran Today's Zaman, sebagaimana yang dikutip harian Cumhuriyet.

Salah satu transkrip diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Today's Zaman pada 25 November 2014 lalu. Pada transkrip tersebut, Demir meminta seorang petugas Turki yang tidak disebutkan namanya untuk mengatur pertemuan dengan seorang komandan.

"Apakah mungkin bagi Anda untuk menghubungkan saya dengan komandan di sini, mengenai bisnis di sini? Bagaimana jika kita bisa membangun kontak di sini karena kami membantu Anda...." kata sang pejuang ISIS meminta kepada seorang perwira Turki.

"Oke. Jika ada kebutuhan apa pun (yang menjadi perhatian Anda), (katakan pada mereka) bisa memberitahu saya di sini," kata petugas itu menjawab.

Dalam percakapan lain, seorang perwira Turki meminta Demir untuk bertemu dengannya dan rekan-rekannya di ladang ranjau. "Kami punya barangnya; datanglah ke sini dari sisi itu, orang-orang ada di sini.... Ayo segera; Saya di (ladang) ranjau dengan obor. Berlarilah!"

"Oke, saudaraku, (saya) akan datang," jawab Demir.

Kürkçü menyimpulkan bahwa saat ini ISIS menerima dukungan dan merekrut dengan persetujuan diam-diam dari pemerintah Turki, serta presiden dan perdana menteri negara tersebut.

Sementara itu, media Rusia RT telah memublikasikan rekaman tembakan di pinggiran kota Suriah Azaz, yang dikendalikan oleh kelompok militan front al-Nusra. RT melaporkan, Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) tidak mampu membebaskan Azaz karena pasukan Turki terus menembaki daerah tersebut.

Kepada koresponen RT, YPG mengungkapkan bahwa pejuang front al-Nusra menerima pasokan senjata secara reguler dari Turki.

"Kami benar-benar bisa melihat di sini, di kota perbatasan yang sangat penting, Azaz, bahwa Turki bertekad untuk mencegah YPG mengambil kendali atas kota tersebut. Jauh di belakang kota itu, Anda dapat melihat lintas perbatasan Bab al-Salam dan konvoi kendaraan yang datang dari Turki ke Azaz," kata sang koresponden RT melaporkan.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.