Uni Eropa Berencana Perpanjang Sanksi Terhadap Rusia Selama Enam Bulan

Keputusan akhir terkait perpanjangan sanksi masih ditunda.

Uni Eropa berencana untuk memperpanjang sanksi terhadap warga negara dan badan hukum Ukraina timur dan Rusia — yang seharusnya berakhir pada 15 Maret mendatang — selama enam bulan. Demikian hal tersebut dilaporkan media Rusia Sputnik, mengutip narasumber yang menginformasikan hal tersebut, Rabu (2/3).

"Kami berharap untuk memperpanjang sanksi selama enam bulan. Setidaknya, ini yang direncanakan. Namun, keputusan akhir terkait hal ini masih ditunda," kata sang narasumber kepada RIA Novosti.

Pada Maret 2014, sebanyak 96 persen penduduk Krimea memilih untuk memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia. Hingga kini, pemerintah Ukraina dan negara-negara Barat belum mengakui keabsahan suara hasil referendum rakyat Krimea dan menjatuhkan beberapa putaran sanksi terhadap Rusia atas apa yang dianggap Barat sebagai "aneksasi" terhadap semenanjung tersebut.

Pada bulan September 2015, Uni Eropa memperpanjang sanksi individu selama enam bulan yang bertujuan untuk menangkal apa yang dianggap sebagai ancaman terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Ukraina. Akibat Sanksi yang dijatuhkan secara sepihak tersebut, sebanyak 149 individu dan 37 badan hukum, termasuk pengusaha dan pejabat Rusia, serta perwakilan dari Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk yang memproklamasikan kemerdekaannya dari Ukraina, dibekukan asetnya dan sekaligus dilarang melakukan perjalanan ke Uni Eropa.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.