Su-34 Hancurkan Lebih dari Sepuluh Benteng Teroris di Perbukitan Suriah

Serangan udara Rusia sepenuhnya berhasil menghancurkan berbagai peralatan teknis teroris.

Pesawat pengebom Rusia Sukhoi Su-34 telah menghancurkan lebih dari sepuluh benteng teroris di perbukitan yang menjadi lokasi pertahanan mereka di dekat permukiman Ithrya, dan sekaligus melumpuhkan lebih dari 50 orang bersenjata. Demikian hal tersebut dilaporkan Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov, Rabu (24/2).

"Pesawat pengebom Su-34 telah menghancurkan lebih dari sepuluh benteng musuh dekat permukiman Ithrya yang terletak di perbukitan yang menjadi tempat pertahanan teroris," kata Konashenkov.

Menurut Konashenkov, serangan udara Rusia sepenuhnya berhasil menghancurkan berbagai peralatan teknis teroris. Selain itu lebih dari 50 orang bersenjata, satu unit tank, serta tiga kendaraan segala medan pembawa senjata berat berhasil dilumpuhkan.

Sebagai tambahan, berdasarkan keterangan Konashenkov, Su-34 melakukan serangan udara terhadap posisi kelompok teroris ISIS di Provinsi Homs, dengan tembakan langsung yang menghancurkan dua baterai mortar dengan seroang awak dan dua kendaraan lapis baja. Pesawat pengebom tersebut juga melakukan serangan udara terhadap kekuatan musuh dan peralatan militer di dekat kota al-Bab, Provinsi Aleppo.

Konashenkov mengatakan, di Provinsi Rakka, pesawat Rusia berhasil menghancurkan konvoi sepuluh unit truk yang membawa senjata dan amunisi yang sedang menuju ke wilayah Deir ez-Zor.

"Sebagai hasil dari serangan pesawat pengebom Rusia Su-34, pasukan teroris beserta segala isinya berhasil dihancurkan sepenuhnya," kata Konashenkov.

Berdasarkan statistik PBB, pertempuran antara pasukan pemerintah Suriah dan gerilyawan sejak awal 2011 telah menewaskan lebih dari 220 ribu jiwa dan menelantarkan jutaan rakyat sipil. Berbagai kelompok militan di Suriah membentuk formasi bersenjata, tapi yang paling aktif melawan pasukan pemerintah adalah kelompok teroris ISIS dan front Jabhat al-Nusra

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.