Jenderal AS: Amerika dan Rusia Tak Akan Lakukan Operasi Bersama di Suriah

Jenderal AS menganggap kerja sama operasi militer di Suriah antara Rusia dan AS tidak mungkin terjadi.

Amerika Serikat dan Rusia kemungkinan besar tidak akan melakukan operasi militer bersama di Suriah sekalipun baru-baru ini telah tercapai kesepakatan bersama terkait gencatan senjata demi menghentikan pertikaian di negara tersebut. Demikian hal tersebut dikabarkan media Rusia Sputnik, mengutip pendapat yang diutarakan Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Mark Milley kepada wartawan, Rabu (24/2).

Milley menjelaskan bahwa gencatan senjata yang dicapai melalui proses negosiasi pada awal pekan ini oleh Rusia dan AS merupakan langkah krusial untuk mengakhiri perang saudara di Suriah dan membawa stabilitas ke wilayah tersebut.

"Saya tidak akan terlalu berharap bahwa militer AS dan Rusia akan berdampingan melakukan operasi militer di Suriah. Itu tidak mungkin terjadi," kata Milley.

Pada Senin (21/2), Rusia dan Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka telah sepakat untuk menerapkan penghentian pertikaian di Suriah, demi menjamin tersalurkannya berbagai bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang terkepung, dan untuk lebih mendapatkan gambaran wilayah mana saja yang masih dikuasai teroris di negara tersebut.

Gencatan senjata dijadwalkan akan mulai berlaku pada tanggal 27 Februari. Langkah ini pun telah didukung dari 17 anggota Kelompok Internasional Pendukung Suriah.

Rusia dan Amerika Serikat sama-sama meluncurkan serangan udara terhadap target kelompok teroris di Suriah. Namun demikian, hingga kini kedua negara tersebut membatasi kerja sama mereka hanya di lingkup pembicaraan formal untuk menghentikan konflik.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.