Pentagon dan CIA Ingin Tingkatkan Tekanan Terhadap Moskow di Suriah

Pejabat militer dan intelijen AS mengekspresikan pandangan yang sangat suka berperang terhadap Moskow.

Pejabat militer dan intelijen di pemerintahan Presiden AS Barack Obama ingin meningkatkan tekanan terhadap Moskow dengan memperluas dukungan kepada militan di Suriah setelah kesepakatan mengenai gencatan senjata di negara tersebut berhasil dicapai dengan Rusia, yang akan diterapkan pada 27 Februari mendatang. Demikian informasi tersebut dilaporkan surat kabar online The Wall Street Journal (WSJ), Selasa (23/2).

Laporan tersebut menyebutkan, Menteri Pertahanan AS Ash Carter, Jenderal Korps Marinir AS Joseph Dunford, dan Direktur CIA John Brennan sebagai "aliansi yang memerangi Rusia di kabinet".

Menurut WSJ, pada pertemuan terakhir para penasehat utama Obama di Gedung Putih, mereka mengekspresikan pandangan yang sangat suka berperang terhadap Moskow.

Pada Senin (22/2) malam, Rusia dan AS merilis sebuah deklarasi bersama yang mengatakan bahwa gencatan senjata akan berlaku di Suriah pada pukul 00.00 waktu Damaskus pada 27 Februari mendatang.

"Penghentian pertikaian dimulai pada pukul 00.00 (waktu Damaskus) pada tanggal 27 Februari 2016," demikian dikatakan pada deklarasi bersama antara Rusia dan AS.

"Sebagai kepala Kelompok Internasional Pendukung Suriah (ISSG) yang berusaha untuk mencapai penyelesaian secara damai krisis Suriah dengan menghormati sepenuhnya peran fundamental PBB, Amerika Serikat dan Federasi Rusia sepenuhnya memutuskan untuk memberikan dukungan kuat untuk mengakhiri konflik Suriah dan membangun kondisi demi terciptanya proses transisi kepemimpinan politik Suriah yang difasilitasi oleh PBB," kata deklarasi tersebut.

Deklarasi tersebut menekankan bahwa penghentian pertikaian harus diterapkan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik Suriah, kecuali kelompok teroris ISIS dan Jabhat an-Nusra atau organisasi teroris lainnya yang telah ditandai oleh Dewan Keamanan PBB.

Putaran kedua negosiasi inter-Suriah di Jenewa yang berada di bawah naungan PBB akan dilaksanakan pada 25 Februari, tapi beberapa mengatakan, Utusan Suriah di PBB Staffan de Mistura mengonfirmasi bahwa waktunya tidak realistis.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.