Kecuali Teroris, Pertempuran di Suriah Akan Dihentikan pada 27 Februari

Kelompok teroris ISIS dan Jabhat al-Nusra tidak termasuk dalam kesepakatan ini.

Kesepakatan untuk menghentikan pertempuran di Suriah diperkirakan akan mulai berlaku pada tengah malam tanggal 27 Februari 2016. Demikian hal tersebut dilaporkan saluran televisi Al Jazeera, Senin (22/2), mengutip dokumen yang dinegosiasikan oleh AS dan Rusia.

Al Jazeera mengabarkan bahwa kesepakatan yang dicapai oleh AS dan Rusia tersebut menyiratkan penghentian serangan akan mulai berlaku pada tengah malam pada tanggal 27 Februari mendatang.

Namun demikian, kelompok teroris ISIS dan Jabhat al-Nusra tidak termasuk dalam kesepakatan ini, kata Al Jazeera.

Selain itu, dokumen kesepakatan tersebut berisi seruan kepada seluruh pihak yang bertikai di Suriah untuk menghentikan pertempuran pada siang hari, tanggal 26 Februari.

Pada Minggu (21/2), Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar AS Negeri John Kerry, dalam pembicaraan melalui telepon, terus membahas kemungkinan dan syarat untuk melakukan gencatan senjata di Suriah, dengan pengecualian operasi untuk melawan teroris.

"Sesuai dengan keputusan pada 12 Februari lalu, Menlu Sergei Lavrov dan Menlu John Kerry, selaku kepala utusan Kelompok Internasional Pendukung Suriah, terus membahas mengenai kemungkinan dan syarat untuk menghentikan aksi militer di Suriah, dengan pengecualian operasi terhadap organisasi yang telah dikonfirmasi Dewan Keamanan PBB sebagai organisasi teroris," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

Menurut statistik PBB, pertempuran antara pasukan pemerintah Suriah dan gerilyawan sejak awal 2011 telah menewaskan lebih dari 220 ribu jiwa dan menelantarkan jutaan rakyat sipil. Berbagai kelompok militan di Suriah membentuk formasi bersenjata, tapi yang paling aktif melawan pasukan pemerintah adalah kelompok teroris ISIS dan front Jabhat al-Nusra

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.