Tolak Kerja Sama dengan NATO, Ribuan Massa di Serbia Gelar Unjuk Rasa

Tak kurang dari dua ribu orang berkumpul di luar Kedubes Rusia.

Para aktivis patriotik Republik Serbia berkumpul di depan Kedutaan Besar Rusia di Beograd demi mengekspresikan ketidaksetujuan mereka terkait kerja sama Serbia dengan Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Sabtu (20/2). Demikian hal tersebut dilaporkan media Rusia Sputnik.

Berdasarkan estimasi, Sputnik melaporkan bahwa tak kurang dari dua ribu orang berkumpul di luar Kedubes Rusia di ibu kota Serbia sambil membawa bendera negara mereka dan bendera Rusia. Kumpulan massa juga mengungkapkan kemarahan mereka atas kematian dua diplomat Serbia yang diculik November lalu, tapi akhirnya tewas dalam serangan udara AS di Libya, Jumat (19/2).

 

Анти-НАТО протест у Београду!Устала је Србија!

Posted by Српски сабор Заветници on Saturday, February 20, 2016

 

Pada hari itu pula, Presiden Serbia Tomislav Nikolic menandatangani konfirmasi atas rencana kerja sama negaranya dengan aliansi Barat, tulis Sputnik. Anggota parlemen Serbia telah meratifikasi perjanjian kekebalan diplomatik dan dukungan logistik untuk perwakilan NATO pada 12 Februari lalu.

Serbia merupakan salah satu negara bekas Republik Yugoslavia yang diajak bergabung dengan program Kemitraan untuk Perdamaian NATO — program prakeanggotaan aliansi tersebut — pada 2006 silam.

Pada Januari 2015, Serbia sepakat untuk memperdalam kerja sama dengan NATO melalui Rencana Aksi Kemitraan Individu (mulai berlaku pada Maret 2015) yang membentuk kerja sama pendidikan dan teknis, latihan bersama, dan upaya untuk membentuk citra positif dari aliansi tersebut di antara masyarakat Serbia.

Pada 1999, NATO melancarkan kampanye pengeboman atas Serbia dalam mendukung populasi Albania Kosovo.

Kini, Serbia juga merupakan salah satu negara pengamat di Majelis Parlemen Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) yang dipimpin Rusia dan anggota asosiasi dalam Majelis Parlemen NATO.

Pada tahun 2007, anggota parlemen Serbia mengadopsi resolusi yang menegakkan status netral republik tersebut terhadap aliansi militer.

Rusia memandang ekspansi NATO ke timur sebagai ancaman terhadap keamanan nasional dan pelanggaran terhadap janji blok militer pasca-Soviet yang tidak akan melanggar batas perbatasan Rusia.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.