Putin Puji Tindakan Militer Rusia di Suriah

Presiden Putin menyebutkan bahwa tindakan militer Rusia di Suriah layak mendapatkan penghargaan tertinggi.

Tindakan militer Rusia di Suriah layak mendapatkan penghargaan tertinggi karena mereka berjuang demi membela kepentingan nasional Rusia dan sekaligus melindungi warga sipil dari ancaman terorisme. Demikian hal tersebut diungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin, Sabtu (20/1).

"Sejak terlibat dalam operasi militer di Suriah, keterampilan tempur militer kami kini semakin meningkat. Dalam pertempuran di Timur Tengah ini, para prajurit dan petugas kami membela kepentingan Rusia, memberantas teroris yang menyebut tanah air kami sebagai musuh mereka, yang terang-terangan menyuarakan rencana ekspansi mereka, termasuk ke dalam wilayah Persemakmuran Negara-negara Merdeka (CIS)," kata sang presiden pada resepsi di Kremlin yang didedikasikan untuk memperingati Hari Pembela Tanah Air yang dirayakan di Rusia setiap 23 Februari.

"Misi tempur pilot, pelaut, dan para prajurit Rusia dari unit-unit yang mendukung layak mendapatkan pujian tertinggi," kata Putin yang sekaligus merupakan panglima tertinggi angngkatan bersenjata Rusia. "Dalam kondisi sulit, mereka membantu tentara pemerintah Suriah dan kelompok lainnya untuk mengalahkan teroris dan menyelamatkan warga sipil dari kekerasan, kebiadaban, dan kekejaman."

"Kami selalu mencoba untuk menyelesaikan semua masalah yang diperdebatkan secara eksklusif dengan cara politik dan diplomatik. Kami selalu melakukan yang terbaik untuk menstabilkan situasi di berbagai negara yang berbeda, untuk membantu menyelesaikan konflik yang gawat," kata sang pemimpin Rusia menggarisbawahi. "Mari kita lakukan sekarang juga."

Pasukan Kedirgantaraan Rusia melancarkan serangan terhadap sasaran ISIS dan Jabhat al-Nusra di Suriah pada 30 September setelah majelis tinggi Dewan Federasi Rusia menyetujui permintaan Presiden Vladimir Putin untuk menggunakan angkatan bersenjata Rusia demi melawan teroris di Suriah. Serangan udara dilancarkan terhadap berbagai perangkat keras militer, pusat komunikasi, kendaraan transportasi, gudang amunisi, dan berbagai fasilitas infrastruktur teroris lainnya. Operasi militer dilakukan atas permintaan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Rusia telah berulang kali mengatakan tidak berencana untuk mengambil bagian dalam operasi darat di Suriah.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.