Delegasi Palestina Sebut Situasi di Suriah Membaik Berkat Rusia

Delegasi Palestina mengucapkan terima kasih kepada Rusia karena telah mengirimkan pasukan ke Suriah.

Operasi AU Rusia di Suriah telah mengubah situasi di Timur Tengah menjadi lebih baik. Demikian hal tersebut dinyatakan Sekjen Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP) Nayef Hawatmeh, Jumat (19/2).

"Pasukan Rusia datang ke sana dengan moto, 'Saatnya untuk mengakhiri perang di Suriah'," kata Hawatmeh. Dia mengatakan bahwa selama pembicaraan dengan perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Rusia pada Jumat, delegasi Palestina mengucapkan terima kasih kepada Rusia karena telah mengirimkan pasukan ke Suriah. "Situasi di sana sudah membaik," kata Hawatmeh kepada wartawan.

"Mereka (Rusia) pergi ke sana untuk mengubah keseimbangan kekuatan di Suriah. Suriah kini punya peluang untuk menyelesaikan masalah politik mereka yang serius, peluang untuk mengadakan mengadakan diskusi," kata Hawatmeh.

Kepada wartawan, Hawatmeh juga membahas pembicaraan yang baru-baru ini dimulai di Jenewa. "Mereka tidak boleh berpikir bahwa akan ada pembicaraan putaran pertama, kedua, dan seterusnya," kata sang politikus. "Mereka harus berorientasi pada hasil."

Pembicaraan inter-Suriah dalam upaya menyelesaikan konflik di negara tersebut dimulai di Jenewa pada awal bulan Februari 2016. Namun demikian, pembicaraan tersebut tengah dihentikan selama beberapa hari. Pembicaraan diperkirakan akan dilanjutkan pada 25 Februari mendatang.

Konferensi perdamaian sebelumnya yang disebut Jenewa-1 dan Jenewa-2 diadakan di Swiss pada tahun 2012 dan 2014.

Menurut statistik PBB, pertempuran antara pasukan pemerintah Suriah dan gerilyawan sejak awal 2011 telah menewaskan lebih dari 220 ribu jiwa dan menelantarkan jutaan rakyat sipil. Berbagai kelompok militan di Suriah membentuk formasi bersenjata, tapi yang paling aktif melawan pasukan pemerintah adalah kelompok teroris ISIS dan front Jabhat al-Nusra.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.