Lawan Tentara Suriah, Turki Lancarkan Serangan Artileri Besar-besaran

Turki juga telah meluncurkan kampanye informasi yang agresif melawan Rusia.

Turki telah menggunakan artileri berkaliber besar untuk melawan tentara Suriah dan kelompok oposisi sejak akhir pekan lalu. Selain itu, seratus salvo telah ditembakkan di permukiman perbatasan di Provinsi Aleppo, Suriah. Demikian informasi tersebut diungkapkan Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov, Selasa (16/2).

"Turki telah melancarkan serangan artileri besar-besaran dari senjata berkaliber besar sejak akhir pekan lalu, melawan pasukan pemerintah Suriah dan pasukan oposisi patriotik di daerah perbatasan. Objective control mencatat lebih dari seratus salvo ditembakkan oleh artileri Turki di perbatasan permukiman di Provinsi Aleppo," kata Konashenkov.

Selain itu, ia mengatakan bahwa Turki juga telah meluncurkan kampanye informasi yang agresif melawan Rusia.

"Ankara telah memulai kampanye informasi yang agresif di media-media terkemuka di dunia untuk melawan Rusia demi mencegah hilangnya kendali atas bagian utara dan bagian barat laut Suriah, yang secara de facto menjadi wilayah yang dikuasai secara mutlak oleh otoritas Turki selama beberapa tahun terakhir," kata jubir kemenhan.

Laporan mengenai penembakan artileri Turki di wilayah Suriah yang dikuasai oleh Kurdistan muncul pertama kali pada 13 Februari.

Pada 15 Februari, Menteri Pertahanan Nasional Turki Ismet Yilmaz mengatakan bahwa serangan tersebut ditargetkan ke empat daerah di utara Suriah.

Ankara mengatakan pihaknya siap melaksanakan operasi militer terhadap formasi bersenjata Partai Uni Demokratik milik Kurdistan Suriah, yang dianggap sebagai organisasi teroris di Turki.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davotoglu mengatakan, Ankara tidak akan membiarkan Kurdi menempati perbatasan kota Azaz di Suriah dan akan memberikan mereka "respons yang lebih berat" jika mereka berusaha untuk menguasai utara Suriah.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.