Pemimpin Chechnya Sebut Koalisi AS Tak Sepenuhnya Ingin Perangi ISIS

Beberapa negara telah mengumumkan rencana untuk mengerahkan pasukan darat ke Suriah.

Koalisi pimpinan AS tengah berupaya untuk menghambat operasi militer terhadap ISIS dan pemulihan perdamaian di kawasan Timur Tengah. Demikian hal tersebut diungkapkan Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov, Senin (15/2).

"Tujuan koalisi ini terlihat sangat nyata. Mereka mencoba untuk menghambat kekalahan mutlak Negara Iblis (istilah Kadyrov untuk menggambarkan ISIS -red.) dan pemulihan perdamaian di kawasan itu," kata Kadyrov pada halaman Instagram-nya.

"Beberapa negara telah mengumumkan rencana untuk mengerahkan pasukan darat (ke Suriah) dan meluncurkan serangan udara secara simultan," kata Kadyrov.

Suriah mengatakan bahwa artileri Turki akan mengebom permukiman setempat, sementara Arab Saudi sedang mempersiapkan latihan militer terbesar dalam sejarah yang akan melibatkan pasukan darat dan udara dari lebih 20 negara Arab, kata Kadyrov.

Menurut Kadyrov, beberapa laporan telah mengabarkan bahwa peralatan dan personil telah dikirim ke sebuah pangkalan militer di Arab Saudi.

Sang pemimpin Chechnya berpendapat bahwa ini merupakan bagian dari persiapan untuk melakukan aksi tempur di Suriah. Ia memperingatkan bahwa dengan mengirimkan pasukan udara dan beberapa unit pasukan militer negara lain, kemungkinan timbulnya aksi yang bisa memprovokasi konflik besar-besaran dan bahkan peperangan, menjadi lebih besar.

Kadyrov juga menyuarakan kekhawatirannya bahwa alih-alih memerangi terorisme internasional, para anggota koalisi justru akan mulai menata hubungan mereka satu sama lain.

"Para perancang peperangan dan kudeta di Timur Tengah tidak berencana untuk sepenuhnya menghilangkan ISIS dan memperkuat kekuatan Bashar al-Assad. Mereka harus disadarkan dengan fakta bahwa peraturan permainan ini tak lagi didikte dari Barat atau AS," kata Kadyrov menekankan.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.