Media Jerman: Cepat atau Lambat, Tentara Suriah Akan Menangkan Peperangan

Media Jerman melaporkan Tentara Suriah yang didukung oleh AU Rusia akan memperoleh kemenangan dalam perang sipil.

Tentara Suriah yang didukung oleh Angkatan Udara Rusia akan memperoleh kemenangan dalam perang sipil, sementara perpecahan di antara pasukan anti-pemerintah akan semakin meruncing. Demikian hal tersebut dilaporkan media Rusia Sputnik, mengutip laporan yang dipublikasikan surat kabar Jerman FAZ.

"Keterlibatan Rusia merupakan titik balik yang tak terbantahkan bagi Damaskus," tulis media tersebut.

Menurut FAZ, cepat atau lambat, tentara pemerintah akan memperoleh kemenangan atas pertempuran di Provinsi Aleppo yang berbatasan dengan Turki. Sementara terkait kemungkinan intervensi Arab Saudi atau Turki di sisi pasukan antipemerintah, dinas rahasia Jerman menganggap bahwa kemungkinan hal tersebut akan terjadi sangat kecil, demikian ditulis FAZ.

Tentara Suriah berhasil meraih keberhasilan yang signifikan dalam memerangi teroris, menghancurkan beberapa rute pasokan utama teroris di wilayah provinsi Aleppo.

Secara khusus, Tentara Suriah dan Pasukan Pertahanan Nasional (NDF) telah berhasil memotong beberapa jalur pasokan utama militan front al-Nusra di kota Mayer yang terletak di antara kota Aleppo dan perbatasan negara tersebut dengan Turki.

Menurut sumber, operasi militer masih berlangsung di pinggiran timur Aleppo dekat Bandara Kuweires. Di sana, para tentara ditugaskan untuk membersihkan daerah dari para militan.

FAZ mencatat bahwa setelah pasukan tentara Suriah yang didukung oleh pasukan Rusia mendapatkan kembali kendali penuh atas wilayah barat Suriah, operasi antiteroris dapat dilanjutkan di daerah timur negara tersebut.

Rusia meluncurkan serangan militer ke sasaran ISIS kelompok teroris Jabhat al-Nusra di Suriah sejak 30 September 2015. Serangan ini dilancarkan beberapa jam setelah Dewan Federasi Rusia memperbolehkan Presiden Vladimir Putin menggunakan Angkatan Rusia di luar negeri. Sebelumnya, Presiden Suriah Bashar al-Assad meminta bantuan langsung kepada presiden Rusia. Sejak awal operasi, kelompok udara Rusia telah melakukan ratusan serangan mendadak, menghancurkan puluhan gudang amunisi, gudang bahan peledak, dan berbagai pos komando.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.