Moskow Sebut Teror di Damaskus Ditujukan untuk Gagalkan Dialog Inter-Suriah

Tugas utama saat ini adalah untuk segera memusnahkan kelompok teroris di Suriah.

Aksi teror di Damaskus pada Minggu (31/1) ditujukan untuk menggagalkan dialog yang tengah dibangun antara kelompok-kelompok di Suriah. Demikian pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia, Senin (1/2).

"Teror berdarah itu terjadi saat dialog inter-Suriah yang diwadahi PBB tengah berlangsung. Dialog itu dilakukan untuk menemukan penyelesaian krisis politik Suriah sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Suriah (nomor 2254)," kata kementerian. "Jelas, mereka yang merencanakan aksi teror tersebut berusaha menggagalkan terjadinya dialog antara kelompok-kelompok di Suriah, dan berusaha menghasut dan menyebarkan kebencian antarumat beragama."

Resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Suriah (nomor 2254)

  1. Menyerukan gencatan senjata dan perundingan formal mengenai transisi politik yang dimulai pada awal Januari.
  2. Kelompok yang dipandang sebagai ‘teroris’, termasuk ISIS dan Jabhat al-Nusra, dipinggirkan dari perundingan.
  3. ‘Aksi defensif dan ofensif’ (serangan udara koalisi pimpinan AS dan Rusia) terhadap kelompok-kelompok teroris di Suriah akan dilanjutkan.
  4. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan melapor pada 18 Januari 2016 mengenai cara memantau gencatan senjata.
  5. ‘Tata pemerintahan yang kredibel, inklusif, dan nonsektarian’ akan dibentuk dalam kurun enam bulan.
  6. ‘Pemilihan umum yang adil dan bebas’ di bawah pemantauan PBB akan diselenggarakan dalam 18 bulan.
  7. Transisi politik harus dipimpin Suriah.

Kemenlu Rusia menekankan bahwa tugas utama saat ini adalah untuk segera memusnahkan kelompok teroris di Suriah. "Situasi di Suriah dan di seluruh wilayah Timur Tengah tidak bisa dinormalisasi tanpa menyelesaikan tugas ini," kata kementerian.

Dua ledakan yang terjadi pada Minggu pagi di distrik Sayyida Zeinab, sebuah distrik di pinggiran Damaskus yang didominasi oleh kelompok Syiah, menewaskan lebih dari 60 orang dan setidaknya sebanyak 110 orang terluka. Lebih dari 20 orang di antara korban yang tewas adalah para milisi rakyat yang berjuang untuk pasukan pemerintah dalam konflik Suriah. Setelah pengeboman, kelompok teroris ISIS mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Moskow melalui kemenlu mengungkapkan simpatinya dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada warga Suriah yang tewas dalam tragedi tersebut, sedangkan bagi mereka yang terluka agar segera pulih.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.