Armada Laut Hitam Siap Dukung Operasi Militer AU Rusia di Suriah

Armada Laut Hitam Rusia akan terus menjalankan operasinya di Laut Hitam dan Laut Tengah.

Armada Laut Hitam Rusia akan terus menjalankan operasinya di Laut Hitam dan Laut Tengah, serta mendukung aktivitas pasukan udara Rusia di Suriah. Demikian hal tersebut disampaikan Komandan Armada Laut Hitam Rusia Laksamana Aleksandr Vitko, Jumat (29/1).

"Armada Laut Hitam akan terus beroperasi di Laut Hitam dan Laut Tengah, untuk meningkatkan kemampuan divisi tetap angkatan laut di zona laut jauh, serta mendukung operasi Angkatan Udara Rusia di Suriah sebanyak dan selama yang diperlukan," katanya. "Kami memiliki segala hal yang diperlukan untuk operasi ini."

Pasukan udara Rusia telah memberikan serangan udara terhadap organisasi teroris ISIS sejak 30 September 2015 atas permintaan resmi Presiden Suriah Bashar Assad.

Kelompok Angkatan Udara Rusia mencakup lebih dari 50 pesawat terbang dan helikopter termasuk pesawat tempur Su-34 dan Su-30CM terbaru. 

Sejak 17 November 2015, pengelompokan penerbangan Rusia di Suriah beralih untuk melakukan serangan besar-besaran terhadap militan, termasuk dengan melibatkan pesawat pengebom strategis. Sebagaimana yang dilaporkan Kementerian Pertahanan Rusia, pasukan udara Rusia difokuskan untuk menghancurkan penambangan minyak, gudang penyimpanan, transportasi, dan fasilitas penyulingan yang dikendalikan teroris.

Pada awal tahun ini, kapal penjelajah andalan Armada Pasifik Rusia "Varyag" dikirim ke lepas pantai Suriah untuk menggantikan kapal penjelajah rudal "Moskva". Namun demikian, pihak berwenang Rusia mengatakan bahwa Rusia tidak berencana bepartisipasi dalam operasi darat di Suriah.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.