Wabah Flu Babi Menyebar, Kamchatka Terapkan Karantina

Pihak berwenang di Kamchatka telah memberlakukan karantina terhadap penyebaran wabah virus flu babi.

Pihak berwenang di Kamchatka, sebuah daerah terpencil di Timur Jauh Rusia, telah memberlakukan karantina terhadap penyebaran wabah virus flu babi. Demikian hal tersebut dikatakan layanan pers pemerintah daerah, pada Senin (25/1).

Selama seminggu terakhir, hasil tes laboratorium telah mengonfirmasi 39 kasus pandemi influenza A (H1N1) — yang dikenal sebagai flu babi — termasuk di antaranya adalah 15 orang anak-anak. Sebagian besar pasien adalah warga Petropavlovsk-Kamchatsky, pusat administratif daerah tersebut.

"Pada Senin, 25 Januari, karantina telah diberlakukan di seluruh wilayah Kamchatka," kata layanan pers mengutip pernyataan Wakil Kepala Pemerintah Daerah Valery Karpenko.

Pihak berwenang telah melarang warganya untuk mengadakan pertemuan massal di ruangan tertutup serta di fasilitas medis. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memakai masker. "Namun, hingga kini belum ada pembicaraan untuk meliburkan atau menutup sekolah dan organisasi lainnya," kata Karpenko.

Menurut Karpenko, apotek setempat memiliki obat antivirus yang cukup. "Tidak ada kekurangan obat di fasilitas kami, dan kami siap untuk menghadapi situasi ini," kata Karpenko menekankan.

Flu babi yang sempat mewabah pada tahun 2009 bersifat menular dan menyebar dengan cara yang sama seperti flu musiman. Komplikasi paling serius dari flu jenis ini adalah pneumonia (penyakit radang paru-paru -red.), yang bisa berdampak fatal.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.