Kremlin Bantah Minta Presiden Suriah untuk Mengundurkan Diri

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden Suriah Bashar al-Assad selama pertemuan di Kremlin. 20 Oktober 2015.

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden Suriah Bashar al-Assad selama pertemuan di Kremlin. 20 Oktober 2015.

Aleksei Druzhinin/RIA Novosti
Juru bicara Kremlin membantah laporan The Financial Times yang menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin meminta Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mengundurkan diri.

Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov membantah laporan yang menyatakan bahwa Presiden Putin meminta Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mengundurkan diri. The Financial Timesmelaporkan, permintaan Putin tersebut disampaikan oleh Kepala Direktorat Intelijen Utama (GRU) Federasi Rusia Igor Sergun. 

"Tidak, itu tidak benar," kata Peskov kepada kantor berita Rusia TASS pada Jumat (22/1).

Sebelumnya pada Jumat lalu, The Financial Times, mengutip sumber intelijen Barat, menulis mengenai sebuah misi rahasia yang dilakukan oleh Sergun, yang pada 4 Januari 2016 lalu diumumkan telah meninggal dunia oleh Kremlin. The Financial Times menulis bahwa Sergun pergi ke Damaskus untuk membujuk presiden Suriah agar mengundurkan diri secara sukarela. Menurut surat kabar tersebut, Presiden Assad "menolak dengan keras" permintaan Moskow. 

Sementara, Kementerian Pertahanan Rusia menolak berkomentar terkait laporan tersebut kepada media Rusia RBC Daily.

Sergun meninggal pada awal Januari 2016. Beberapa sumber menyatakan bahwa ia meninggal di Lebanon, sementara lainnya menyatakan bahwa ia meninggal di luar Moskow.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.