Pengadilan Inggris Duga Presiden Putin Terlibat dalam Pembunuhan Litvinenko

Hal ini dinyatakan disampaikan seorang hakim pengadilan tinggi di London.

Pembunuhan mantan perwira Dinas Keamanan Federal Federasi Rusia FSB Aleksandr Litvinenko diduga disetujui oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Demikian hal ini dilaporkan media Rusia Meduza, mengutip laporan yang disampaikan oleh seorang hakim pengadilan tinggi di London, Robert Owen, pada penyelidikan publik.

Aleksandr Litvinenko meninggal 23 November 2006 pada usia 44 tahun. Ia adalah mantan kolonel KGB dan letnan kolonel FSB.

Litvinenko adalah seorang ahli dalam memerangi kejahatan terorganisir. Pada 1998, ia mengklaim bahwa para atasannya telah memerintahkannya untuk membunuh Boris Berezovsky, seorang pengusaha yang saat itu menduduki jabatan penting di pemerintahan sebagai sekretaris Dewan Keamanan dan dekat dengan Presiden Boris Yeltsin. Litvinenko mengklaim bahwa ia dipecat dari FSB, dan kemudian ditahan dua kali dengan tuduhan palsu yang kemudian dibatalkan setelah ia mendekam di penjara Moskow.

Pada 1 November 2006, Litvinenko mendadak jatuh sakit ketika sedang menyelidiki kematian wartawati Anna Politkovskaya. Sebuah artikel di Evening Standard, London, pada 21 November 2006 menyebutkan bahwa Litvinenko telah menyerahkan sebuah pita rekaman kepada intelijen Inggris yang berisi tuduhan-tuduhan mengenai presiden Rusia. Menurut Evening Standard, dalam pita rekaman itu, Litvinenko mengatakan bahwa sebuah operasi yang dilakukan terhadap Putin pada 1999, berkaitan dengan skandal Jaksa Agung Yury Skuratov. Litvinenko mengklaim bahwa pita video serupa memperlihatkan Putin secara eksplisit dan pita video tersebut beredar di Moskow selama beberapa tahun. 

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut gagasan bahwa Putin terlibat sebagai sesuatu yang "sama sekali tidak masuk akal".

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.