Dalam Empat Hari, Rusia Serang Hampir Sebanyak 600 Target Teroris di Suriah

Sebuah tembakan langsung dari Su-34 mengakibatkan rusaknya empat mobil off-road yang dilengkapi dengan senapan mesin berat.

Selama empat hari terakhir, pesawat-pesawat tempur Rusia telah menghancurkan hampir sebanyak 600 fasilitas infrastruktur teroris di Suriah dan berhasil menyelesaikan 157 misi penerbangan tempur. Demikian hal tersebut dilaporkan Interfax, mengutip informasi yang disampaikan Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov.

"Pesawat-pesawat dari pasukan udara Rusia di Suriah telah menjalankan 157 misi penerbangan tempur dan menyerang 579 fasilitas infrastruktur teroris di Provinsi Aleppo, Deir ez-Zor, Homs, Hama, Al-Raqqah, dan Latakia," kata Konashenkov.

Menurut Konashenkov, satu unit pesawat pengebom Sukhoi Su-34 telah menyerang lokasi yang diketahui sebagai basis terkuat militan ISIS yang menetap di dekat daerah berpenduduk Qabaqlia, Provinsi Latakia.

Sebuah tembakan langsung dari Su-34 mengakibatkan rusaknya empat mobil off-road yang dilengkapi dengan senapan mesin berat, dan sekaligus melumpuhkan hampir 20 orang militan.

Rusia melancarkan operasi militer terhadap kelompok teroris ISIS dan Jabhat al-Nusra di wilayah Suriah pada 30 September 2015 atas permintaan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Awalnya, kelompok udara Rusia terdiri dari sekitar 50 pesawat tempur dan helikopter, termasuk di antaranya adalah pesawat tempur Su-34 dan Su24M, pesawat penyerang Su-25, jet tempur Su-30SM, serta helikopter Mi-8 dan Mi-24. Kemudian, 12 pesawat pengebom dan jet tempur lainnya dikerahkan dan turut bergabung dengan kelompok tersebut. Kini, pasukan udara Rusia di Suriah memiliki 69 unit pesawat tempur.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.