Putin Tak Setuju Obama Anggap Rusia sebagai ‘Kekuatan Regional’

Putin mengatakan bahwa Rusia tidak pernah mengklaim sebagai negara adidaya.

Presiden Rusia Vladimir Putin tidak setuju dengan Presiden AS Barack Obama yang menganggap Rusia sebagai “kekuatan regional” dan Amerika sebagai “negara eksklusif”. Demikian hal ini dinyatakan sang presiden dalam wawancara dengan media Jerman Bild, yang diterbitkan pada Selasa (12/1).

“Saya tidak bisa menerima hal tersebut,” kata Putin merespons pernyataan yang dituturkan Obama. “Semua orang, terlebih lagi presiden Amerika Serikat, memiliki hak untuk berpendapat; berpendapat mengenai mitranya, mengenai negara-negara lain, itu adalah pendapatnya. Begitu pula dengan pendapat Obama yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat adalah negara yang eksklusif,” katanya. “Namun, saya juga berhak untuk tidak setuju dengan hal apa pun,” kata Putin.

Presiden Rusia mengatakan bahwa Rusia tidak pernah mengklaim sebagai negara adidaya karena bagi Rusia hal tersebut “mahal dan tak berguna”. Menurut Putin, dalam bidang ekonomi, Rusia menempati posisi kelima di dunia. “Saat ini, mungkin terjadi sedikit penurunan, terjadi kesulitan ekonomi. Tapi kami tahu bahwa kami memiliki prospek yang sangat baik dan potensial. Dalam hal paritas daya beli, Rusia kira-kira menempati posisi keenam,” kata Putin.

Adapun mengenai status “kekuatan regional”, presiden Rusia meminta agar memperjelas wilayah yang dimaksud. Putin, dengan menunjuk peta dunia, mengingatkan mengenai besarnya negara Federasi Rusia yang membentang dari Eropa ke AS, serta dari Kutub Utara Kanada hingga Tiongkok.

“Sepertinya upaya membahas negara-negara lain dengan cara menghina adalah bukti sikap eksklusif mereka,” kata Putin. “Saya pikir yang demikian adalah posisi yang salah,” katanya menyimpulkan.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.