Kedubes Rusia di Indonesia Kutuk Aksi Terorisme di Jakarta

Kedutaan Besar Rusia di Indonesia mengutuk keras serangan teroris yang terjadi di Jakarta.

Kedutaan Besar Rusia di Indonesia mengutuk keras serangan teroris yang terjadi di Jakarta pada Kamis (14/1). Demikian hal tersebut dinyatakan dalam siaran pers yang dipublikasikan di situs Kedubes Rusia. 

"Kami mengutuk keras serangan teroris yang terjadi pada Kamis kemarin di Jakarta. Kami turut bersimpati dan mengungkapkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga warga sipil yang tewas. Sementara bagi yang terluka akibat serangan tersebut, kami harap segera pulih," kata Duta Besar Mikhail Galuzin.

Kedubes Rusia, sebagaimana yang dilaporkan media Rusia RT, menyatakan bahwa tidak ada warga Rusia yang menjadi korban dalam serang tersebut. Hal ini dikonfirmasi oleh Atase Pers Kedutaan Besar Rusia Nikolay Karapetyan kepada RT melalui telepon. 

Dubes Galuzin melalui Karapetyan menyatakan dukungannya kepada Pemerintah Indonesia untuk melawan terorisme. "Kami mendukung tindakan tegas Pemerintah Indonesia dalam melawan teroris yang mengancam kedua negara kita," kata sang dubes. "Kami sangat percaya bahwa dalang dan pelaku teror akan ditemukan dan dihukum."

Teror di Jakarta

Berdasarkan laporan Liputan6.com, tujuh orang tewas dalam serangan tersebut. Lima orang di antaranya adalah para pelaku aksi teror, sedangkan dua orang lainnya adalah warga sipil. Satu orang diketahui sebagai warga negara Kanada dan satu orang lainnya adalah WNI, tapi identitasnya belum diketahui. Sementara itu, 

Serangkaian ledakan bom dan senjata api di Jakarta kemarin merupakan yang terbesar sejak serangan bom di Kuningan pada 2009 lalu.

Pada Desember lalu, Kemenlu Rusia mendapatkan informasi mengenai kemungkinan meningkatnya aksi terorisme di Indonesia. Duta Besar Galuzin menjelaskan bahwa penyataan tersebut dikeluarkan Kemenlu Rusia karena adanya pernyataan publik dari salah satu pejabat Indonesia. 

Namun demikian, Galuzin menegaskan bahwa Rusia sama sekali tidak memberikan travel warning kepada warganya untuk pergi ke Indonesia. Menurut Galuzin hal ini bisa dipastikan dari judul pernyataan yang dipublikasikan Kementerian Luar Negeri Rusia, yaitu "Untuk Warga Negara Rusia yang Pergi ke Indonesia".

Dalam kesempatan tersebut, Galuzin juga mengungkapkan kepercayaannya terhadap kemampuan lembaga penegak hukum Indonesia dalam memberantas terorisme. "Kami percaya dengan kemampuan lembaga penegak hukum Indonesia dalam menangkal dan memerangi teroris. Kami harap Pemerintah Indonesia selalu berhasil dalam melawan segala bentuk terorisme," kata Galuzin di hadapan awak media pada Desember lalu.

Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Militer

Pada akhir bulan lalu dalam sesi jumpa pers di atas kapal perang antipermukaan Rusia "Bystry" di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Dubes Galuzin mengatakan, sebagai salah satu kekuatan besar di Asia-Pasifik, Indonesia dan Rusia perlu bekerja sama secara solid demi melawan rencana jahat teroris internasional. Galuzin menekankan pentingnya membina dan memperkuat kerja sama teknis-militer demi menangkal ancaman teroris yang kini dihadapi oleh komunitas dunia. Dalam kesempatan tersebut, Galuzin juga mengatakan bahwa Rusia siap melanjutkan tradisi kerja sama militer yang telah berjalan antara kedua negara selama ini.

Sang dubes menekankan, Rusia juga terbuka untuk mengembangkan kerja sama dengan Indonesia terkait ekspor senjata Rusia ke Indonesia. "Tentu saja kami terbuka dengan segala bentuk dialog terkait kebutuhan dari pihak Indonesia," kata Galuzin. 

ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

Setelah sejumlah spekulasi terkait pihak yang bertanggung jawab atas serangan di Jakarta, organisasi teroris ISIS mengeluarkan pernyataan resmi bahwa merekalah yang berada di balik serangan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dilansir BBC Indonesia, pernyataan tersebut dikeluarkan melalui saluran resmi ISIS di internet. ISIS mengatakan, sasaran mereka adalah warga negara-negara koalisi yang memerangi mereka.

Sebelumnya, para pejabat keamanan di Indonesia meyakini bahwa aksi teror yang terjadi di kafe Starbucks dan pos polisi di kawasan Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat, berkaitan dengan kelompok ISIS di Suriah.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.