AS Anggap Menguatnya AL Rusia dan Tiongkok Sebagai Tantangan, Bukan Ancaman

AS menilai adanya kekuatan persaingan yang besar seiring dengan peningkatan kemampuan militer AL Rusia dan Tiongkok.

Komando militer AS meyakini bahwa untuk pertama kalinya sejak berakhirnya Perang Dingin, AS kembali bersaing dengan AL Rusia dan Tiongkok. Demikian hal tersebut diutarakan Kepala Staf Angkatan Laut AS Laksamana John Richardson di Klub Pers Nasional Washington pada Senin (11/1).

“Untuk pertama kalinya dalam 25 tahun terakhir, Amerika Serikat kembali masuk ke era persaingan yang kuat,” katanya saat berbicara tentang aktivitas angkatan laut dunia. Menurutnya, sejak runtuhnya Uni Soviet tidak ada yang dapat menyaingi Angkatan Laut AS. “Masa itu kini telah berakhir,” kata Richardson. “Saat ini, Rusia dan Tiongkok meningkatkan kemampuan militernya sebagai kekuatan global, dan untuk mencapai tujuan ini, mereka meningkatkan senjata arsenal yang modern.”

“Tempo dan frekuensi operasi AL Rusia turut meningkat jika dibandingkan dengan 20 tahun terakhir,” sambung Richardson. “Perlu diperhatikan bahwa AL Rusia memiliki strategi pembangunan jangka panjang yang perlu kami respons. Bersamaan dengan itu, AL Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok kini juga memperluas daerah operasi mereka di seluruh dunia,” kata sang laksamana. “Ini adalah persaingan kekuatan yang besar,” katanya menambahkan.

Namun demikian, Washington tak menganggap pergerakan AL Rusia dan Tiongkok sebagai ancaman secara langsung, melainkan sebagai tantangan. Menurut Richardson, ancaman nyata sesungguhnya bagi keamanan AS saat ini adalah Iran, Korea Utara, serta kelompok teroris internasional. Adapun Rusia dan Tiongkok dikategorikan sebagai ‘pesaing’, sedangkan Iran dan Korea Utara dimasukkan ke dalam ‘kelompok masalah kedua’, dan pasukan teroris internasional pada ‘kelompok masalah ketiga’ dari sudut pandang keamanan nasional AS. Sang laksamana menyebut ancaman dari pihak terorisme internasional sebagai “ancaman yang tersebar luas dan meliputi segalanya”.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.