Terima Undangan Putin, Jokowi Siap ke Rusia pada Mei Mendatang

Moskow sangat mengharapkan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin undang Presiden RI Joko Widodo ke Rusia. Demikian hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan dan Industri Rusia Denis Manturov dalam sesi jumpa pers hari ini, Jumat (8/1) di Senayan, Jakarta.

"Presiden Joko Widodo telah menerima undangan dari Presiden Putin, dan ia menyatakan bersedia hadir," kata Manturov kepada para wartawan. Manturov menyebutkan, Putin mengundang pemimpin Indonesia untuk menghadiri perayaan 20 tahun dialog kemitraan Rusia-ASEAN yang akan diadakan di Sochi, Rusia, pada Mei mendatang.

Menurut Manturov, selama kunjungan presiden Indonesia ke Rusia nanti, Rusia akan menyiapkan beberapa dokumen kerja sama untuk ditandatangani kedua belah pihak. "Hari ini kami tidak merencanakan penandatanganan perjanjian apa pun karena ini hanyalah kunjungan kerja. Namun, saya pikir selama kunjungan Presiden Joko Widodo pada Mei mendatang, kami akan menyiapkan beberapa dokumen yang akan ditandatangani selama kunjungannya," kata Manturov menjelaskan.

Dalam sesi jumpa pers tersebut, Manturov menekankan bahwa Moskow sangat mengharapkan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Rusia. "Kami sangat menanti kunjungan presiden Indonesia ke Rusia. Saya harap selama tahun ini kita akan terus berada dalam dinamika hubungan bilateral yang positif, seperti tahun lalu," ujar sang menteri.

Manturov bertolak ke Jakarta untuk menindaklanjuti berbagai proyek kerja sama Rusia dan Indonesia yang tengah berlangsung. Selain itu, Manturov mengaku ia membawa misi khusus untuk bertemu Presiden Joko Widodo demi menyampaikan undangan dari presiden Rusia kepada presiden Indonesia. Pada 2014 lalu, Putin menunjuk Manturov sebagai utusan khusus Federasi Rusia untuk menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden RI. Setelah pelantikan, Presiden Joko Widodo langsung menyambut Manturov di Istana Negara. Kunjungan Manturov saat itu sekaligus mengawali kunjungan delegasi Rusia yang pertama sejak pergantian kepemimpinan di Indonesia.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.