Rusia Tanggapi Laporan Amnesty International Terkait Operasi di Suriah

Kementerian Pertahanan Rusia menganggap laporan Amnesty International (A.I.) mengenai serangan udara Rusia di Suriah tidak mewakili sesuatu yang spesifik, berdasarkan spekulasi, dan informasi palsu. Menurut Kemenhan Rusia, tidak jelas dari mana organisasi tersebut dapat mengetahui di mana letak sasaran militer, dan bagaimana mereka dapat memeriksanya.

Kemenhan Rusia mengomentari laporan dari organisasi A.I. “Objek Sipil Tetap Utuh: Pemaparan Laporan Rusia Mengenai Serangan di Suriah” sebagai informasi palsu. Laporan yang diterbitkan pada Rabu (23/12), memaparkan mengenai serangan udara Rusia di provinsi Suriah Aleppo, Idlib, dan Homs. Secara keseluruhan, A.I. menganalisis bahwa dari 25 serangan yang dilancarkan Rusia telah menewaskan setidaknya 200 warga sipil dan belasan militan.

Menurut A.I., pada enam serangan, terdapat “informasi yang komprehensif” yang menjelaskan bahwa beberapa serangan udara yang dilayangkan Rusia “tampaknya memang sengaja ditujukan terhadap warga sipil maupun objek sipil, seperti serangan di wilayah permukiman tanpa sasaran militer yang jelas, bahkan terhadap fasilitas kesehatan”. Hal ini sama saja dengan melakukan kejahatan, demikian menurut laporan tersebut.

Amnesty International

Amnesty International (A.I.) adalah organisasi internasional nonpemerintah yang didirikan pada tahun 1961 oleh seorang pengacara Inggris bernama Peter Benenson. A.I. mengampanyekan HAM yang terdapat dalam Pernyataan Umum tentang Hak-hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) dan standar internasional lainnya.

“Sekali lagi, tidak ada informasi yang konkret dan tidak ada publikasi terbaru mengenai hal ini,” kata perwakilan Kementerian Pertahanan Igor Konashenkov. Menurutnya, laporan tersebut selalu menggunakan ungkapan-ungkapan, seperti “dugaan serangan udara oleh Rusia” dan “kemungkinan pelanggaran hukum internasional”.

“Hal semacam itu adalah tuduhan tanpa bukti,” kata Konashenkov menyimpulkan. Menurutnya, A.I. tidak bisa mengetahui dan tidak bisa memverifikasi di mana target militer dan militan berada. “Kami di sini tahu, bahwa pejihad di Suriah adalah kelompok yang memiliki mobilitas yang sangat tinggi, yang menggunakan truk pikap yang telah dimodifikasi dengan senjata kaliber besar.” Kemenhan menambahkan bahwa menurut klasifikasi militer AS, setiap unit kendaraan tersebut adalah unit taktis dan merupakan sasaran militer yang sah.

Di sisi lain, penulis laporan dari A.I. mengungkapkan bahwa informasi mengenai setiap serangan telah dicocokkan dengan pernyataan dari Kemenhan Rusia dan 16 orang saksi mata yang telah diwawancarai. Selain itu, A.I juga mengacu pada berbagai foto dan video dari tempat-tempat yang diserang.

Pada bulan November lalu, Kemenhan Rusia membantah informasi mengenai serangan udara di rumah sakit di salah satu kota di Suriah, Sarmin. Pihak Kemenhan telah menerbitkan gambar tempat rumah sakit dan permukiman di sekitarnya tetap utuh.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.