Sesi Tanya-Jawab Tahunan, Putin Bahas Perang Melawan ISIS di Suriah

Presiden Rusia Vladimir Putin menjawab beberapa pertanyaan seputar peperangan melawan ISIS di Suriah.

Presiden Rusia Vladimir Putin memulai sesi tanya-jawab akhir tahunnya pada pukul 12 siang waktu Moskow, Kamis (17/12). Kegiatan ini telah menarik perhatian setidaknya hampir 1.400 wartawan. Sang Presiden sempat menjawab pertanyaan seputar peperangan melawan ISIS di Suriah.

"Jika kepemimpinan Turki telah memutuskan untuk menjilat pantat Amerika, saya tidak tahu apakah yang mereka lakukan benar, atau apakah Amerika membutuhkan itu," kata Putin.

Putin juga menilai bahwa dengan penyebaran sistem anti-pesawat S-400 milik Rusia, Turki kini sudah tidak akan mampu lagi melanggar batas wilayah udara Suriah. "Jika sebelumnya Turki telah sering terbang melanggar wilayah udara Suriah, maka silakan saja sekarang mereka terbang," kata Putin.

"Saya selalu memantau dan menganalisa apa yang terjadi, dan menurut saya, ISIS adalah sesuatu yang sekunder. Dulu, AS pernah masukkan pasukannya ke Irak dan menghancurkan negara itu. Kini, tidak ada lagi yang peduli apakah itu baik atau buruk."

"Ada faktor yang terkait dengan perdagangan minyak. Situasi ini berkembang selama bertahun-tahun yang kemudian muncul bisnis penyelundupan minyak berskala besar. Untuk melindungi ekspor minyak ilegal, maka dibutuhkan kekuatan militer. Diperlukan umpan segar di bawah slogan Islam yang sebenarnya berperan melindungi kepentingan ekonomi. Dari situlah ISIS berasal," kata sang Presiden.


Putin menambahkan bahwa Rusia akan terus melancarkan serangan udara untuk mendukung operasi tentara Suriah dalam melawan ISIS."Kami akan terus melancarkan serangan udara dan mendukung operasi tentara Suriah selama tentara Suriah masih tetap menjalani operasi tersebut," kata presiden Rusia.

 
 

 

 

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.