Pendiri WikiLeaks: Turki Rencanakan Penembakan Su-24 Sebulan Sebelumnya

Pendiri WikiLeaks Julian Assange.

Pendiri WikiLeaks Julian Assange.

AP
Pendiri WikiLeaks Julian Assange menyampaikan bahwa serangan itu kemungkinan adalah hasil dari ambisi partai AKP yang didirikan oleh Presiden Erdoğan.

Pendiri WikiLeaks Julian Assange menyampaikan bahwa Recep Tayyip Erdoğan telah lama merencanakan penembakan jatuh pesawat tempur Su-24M milik Rusia, yaitu lebih dari sebulan sebelumnya tak lama setelah dimulainya operasi angkatan udara Rusia di Suriah. Demikian hal ini dilansir oleh Sputnik News mengutip perkataan Assange dalam sebuah konferensi media mengenai keamanan, pengawasan, dan intelijen yang diselenggarakan oleh jaringan berita global RT pada hari Kamis, (10/12).

Assange juga menyatakan bahwa serangan itu kemungkinan adalah hasil dari ambisi partai AKP yang didirikan oleh Presiden Erdoğan.

Selain menunjukkan bahwa kepemimpinan Turki memiliki kepentingan nasionalis untuk menembak jatuh pesawat Su-24M milik Rusia, Assange juga mencatat adanya informasi lain yang muncul, ia menyampaikan bahwa insiden tersebut adalah sesuatu yang direncanakan jauh sebelum diadakannya pemilihan parlemen Turki pada 1 November, yang faktanya dimenangkan oleh partai AKP Erdoğan.

Pesawat Pengebom Su-24MPesawat Pengebom Su-24M

Assange mencatat bahwa AKP mengatur “kepentingan nasional untuk memenangkan pemilu”, termasuk aturan keterlibatan, sehingga jika ada pelanggaran teknis di ruang udara Turki, bahkan untuk sedetik pun, hal ini dapat menjadi rencana untuk memastikan kemenangan pemilu tersebut, dan aturan keterlibatan ini tidak dihapuskan.

Tragedi Su-24

Pada Selasa (24/11), pesawat pengebom milik AU Rusia Sukhoi Su-24 ditembak jatuh oleh misil udara-ke-udara yang diluncurkan oleh pesawat tempur Turki F-16 oleh AU Turki. Berdasarkan hasil penyelidikan, saat ditembak, Su-24 Rusia berada di ketinggian enam ribu meter, di jarak satu kilometer dari perbatasan Turki. Kementerian Pertahanan Rusia kemudian menjelaskan bahwa pesawat Su-24 ditembak jatuh dalam perjalanan menuju markas Hmeimim di Suriah.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.