AS Lakukan Uji Coba Peluncuran Rudal SM-3

Uji coba Rudal SM-3 diluncurkan dari markas militer AS di Hawaii untuk mencegat rudal balistik udara tiruan di atas Samudera Pasifik.

AS berhasil melakukan uji coba peluncuran rudal SM-3 pada Kamis (10/12). SM-3 merupakan rudal pertama yang diluncurkan dari situs darat untuk mencegat rudal balistik musuh sebagai bagian dari rencana perisai rudal Amerika di Eropa, demikian hal tersebut disampaikan oleh Badan Pertahanan Rudal AS.

“Badan Pertahanan Rudal dan Badan Uji Coba Operasional Sistem Pertahanan Rudal Balistik bersama dengan Komando Pasifik AS, Komando Eropa AS, dan Komando Gabungan Komponen Fungsional Pertahanan Rudal Terpadu hari ini berhasil melakukan uji coba peluncuran rudal pencegat SM-3 yang pertama dari sistem Pertahanan Rudal Balistik Aegis, yang diluncurkan dari Kauai, Hawaii.”

Uji coba Rudal SM-3 diluncurkan dari markas militer AS di Hawaii untuk mencegat rudal balistik udara tiruan di atas Samudera Pasifik.

Sistem Perisai Rudal AS di Eropa

Pemerintah AS telah berulang kali menekankan bahwa rencana pertahanan rudal mereka tidak ditujukan kepada Rusia melainkan untuk memberikan perlindungan terhadap ancaman rudal dari Iran dan Korea Utara. Moskow, bagaimanapun, menyatakan kekhawatirannya bahwa apa yang disebut AS sebagai pendekatan adaptif dengan penyebaran sistem pertahanan rudal AS di Eropa mengancam pasukan strategis Rusia dan melemahkan potensi nuklir Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengatakan bahwa pasukan Rusia akan mengambil langkah balasan jika pertahanan rudal Amerika Serikat dianggap mengancam.

“Jika persenjataan nuklir strategis AS yang terletak di Eropa dinilai menimbulkan ancaman bagi Rusia, kami akan mengambil langkah-langkah balasan yang sesuai,” kata Putin. “Kami akan memiliki target baru di Eropa.”

Selain itu, Putin juga menyampaikan bahwa proposal kerja sama Washington untuk Rusia di bidang pertahanan rudal dinilai tidak masuk akal. Dalam proposal tersebut, Rusia diminta memberikan rudalnya sebagai sebagai praktek sasaran.

“Mitra Amerika kami ingin Rusia menyediakan rudal sebagai sasaran, sehingga mereka dapat melakukan latihan dengan menggunakan rudal kami. Ini benar-benar ide brilian yang pernah terpikirkan oleh mereka,” demikian dilansir Sputnik News mengutip perkataan Putin.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.